Sabtu, 27 SEPTEMBER 2025 • 18:24 WIB

Depati Parbo, Pejuang Kerinci yang Namanya Diabadikan di Jambi

Author

Depati Parbo, Pejuang Kerinci yang Namanya Diabadikan di Jambi (Dok. Istimewah)

JAMBI – Sejarah perjuangan masyarakat Jambi tidak bisa dilepaskan dari peran tokoh-tokoh lokal yang dengan gigih melawan penjajahan. Salah satu tokoh legendaris tersebut adalah Depati Parbo, pejuang asal Kerinci yang dikenal sebagai pemimpin perlawanan terhadap kolonial Belanda pada abad ke-19. Sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengorbanannya, nama Depati Parbo kini diabadikan menjadi nama daerah dan fasilitas umum di Jambi, termasuk sebuah bandar udara.

Dalam tradisi masyarakat Kerinci, gelar “Depati” diberikan kepada seorang pemimpin adat yang memiliki wibawa, karisma, serta kemampuan dalam memimpin rakyat. Sementara itu, sebutan “Parbo” merupakan nama tokoh yang kemudian dikenal luas sebagai simbol perlawanan terhadap penjajahan di wilayah barat Provinsi Jambi tersebut.

Baca juga: Kejari Muaro Jambi Musnahkan 1,3 Kg Sabu dan Dua Senjata Api Rakitan

Depati Parbo dikenal sebagai sosok pemberani yang menentang kebijakan kolonial, terutama yang berkaitan dengan pungutan pajak, pengekangan adat, dan penguasaan atas hasil bumi masyarakat. Ketika pasukan Belanda mulai memasuki wilayah Kerinci pada pertengahan abad ke-19, Depati Parbo tampil sebagai pemimpin rakyat dan mengorganisir perlawanan secara langsung.

Ia memimpin strategi perang gerilya di daerah pegunungan Kerinci, wilayah yang secara geografis sangat sulit dijangkau oleh pasukan Belanda. Keunggulan medan tersebut menjadi kekuatan utama perjuangan rakyat Kerinci di bawah kepemimpinan Depati Parbo dalam mempertahankan tanah adat dan hak-hak mereka.

Baca juga: Diduga Melanggar SOP, Keluarga Aryadi Laporkan Oknum Polisi ke Propam Polda Jambi

Perlawanan besar yang dipimpin oleh Depati Parbo tercatat terjadi sekitar tahun 1870-an. Meskipun pada akhirnya Belanda berhasil menguasai wilayah Kerinci, semangat perjuangan yang ditunjukkan oleh Depati Parbo meninggalkan jejak sejarah yang mendalam tentang keberanian dan tekad seorang pemimpin adat yang tidak mudah tunduk pada penjajahan.

Menurut berbagai catatan sejarah lisan masyarakat Kerinci, Depati Parbo lahir dan besar di lingkungan adat yang menjunjung tinggi nilai keberanian dan kepemimpinan. Gelar “Depati” sendiri merupakan gelar adat yang hanya diberikan kepada tokoh yang memiliki pengaruh besar, kebijaksanaan, serta dihormati oleh masyarakat. Nama “Parbo” diyakini sebagai nama asli atau panggilan khas yang melekat pada dirinya.

Baca juga: Pemkot Jambi Lantik 1.203 PPPK Gelombang II, Tuntaskan Pengangkatan Tenaga Honorer

Sebagai bentuk penghargaan, masyarakat dan pemerintah kemudian mengabadikan nama Depati Parbo menjadi nama daerah dan fasilitas umum di Jambi, khususnya di wilayah Kerinci. Hal ini bertujuan agar generasi muda tidak melupakan sejarah perjuangan tokoh lokal yang telah berjasa dalam mempertahankan martabat masyarakat adat dan melawan penjajahan.

Penggunaan nama Depati Parbo bukan hanya sekadar penamaan, tetapi juga menjadi simbol penghormatan atas nilai keberanian, kepemimpinan, serta semangat juang seorang tokoh adat yang membela rakyatnya. Hingga kini, nama Depati Parbo terus hidup dalam ingatan masyarakat sebagai warisan sejarah perjuangan Jambi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author

Rudiansyah

ZCreators
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU