JAMBI — Akses menuju destinasi wisata mangrove Pangkal Babu di Desa Tungkal I, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat kini semakin baik setelah Dinas PUPR membangun jalan rigit beton. Pembangunan ini menggunakan anggaran APBD Perubahan tahun ini sebagai upaya mendukung sektor pariwisata daerah.
Sebelumnya, kondisi jalan menuju kawasan mangrove tersebut sangat buruk dan sulit dilalui kendaraan roda empat. Masyarakat hanya bisa menggunakan sepeda motor untuk mencapai lokasi wisata. Situasi ini kerap menjadi kendala bagi warga maupun pengunjung dari luar daerah yang ingin menikmati wisata mangrove di kawasan tersebut.
Baca juga: Penampakan Buaya 3 Meter Hebohkan Warga Desa Serdang Tanjab Barat
Melihat kebutuhan dan permintaan masyarakat, Dinas PUPR Tanjung Jabung Barat membangun jalan rigit beton sepanjang satu kilometer dengan lebar empat meter. Proyek ini diharapkan menjadi solusi atas buruknya akses jalan sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi di wilayah sekitar wisata.
Kepala Dinas PUPR Tanjab Barat, Apri Dasman, membenarkan bahwa pembangunan jalan rigit beton menuju destinasi wisata mangrove telah selesai dikerjakan.
“Benar, tahun ini kita membangun akses jalan rigit beton menuju wisata mangrove Pangkal Babu. Ini memang kebutuhan masyarakat dan sangat penting bagi pengembangan wisata,” ujar Apri.
Baca juga: Damkar Evakuasi Ular Sanca Sepanjang 2 Meter di Talang Bakung
Ia menambahkan bahwa selain mempermudah akses pengunjung menuju lokasi wisata, jalan baru tersebut juga membantu masyarakat yang selama ini mengandalkan jalur itu untuk membawa hasil perkebunan.
“Jalan ini juga penting untuk mobilitas warga membawa pinang dan kelapa dalam. Jadi manfaatnya bukan hanya untuk wisata, tetapi juga ekonomi masyarakat,” jelasnya. Minggu, (30/11/2025).
Pembangunan akses jalan ini mendapat respons positif dari warga sekitar. Putra, salah seorang warga yang tinggal di kawasan wisata mangrove, mengaku sangat bersyukur atas pembangunan tersebut. Menurutnya, kondisi jalan yang kini sudah mulus sangat membantu aktivitas sehari-hari mereka.
Baca juga: Kejati Jambi Terima Tersangka Mafia Pajak Senilai 16,8 Miliar dari Ditjen Pajak
“Sekarang jalannya bagus sekali. Kami lebih mudah membawa hasil kebun, dan pengunjung dari luar daerah juga lebih lancar menuju ke sini, terutama yang pakai mobil,” ungkap Putra.
Ia berharap pemerintah terus membenahi sarana pendukung lainnya agar kawasan wisata mangrove semakin berkembang.
Dengan adanya akses jalan yang lebih layak, masyarakat optimis jumlah pengunjung wisata mangrove Pangkal Babu akan meningkat. Selain menjadi tempat rekreasi, kawasan ini juga berpotensi menjadi ruang edukasi lingkungan sekaligus penunjang perekonomian masyarakat sekitar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan