JAMBI — Serapan anggaran Pemerintah Provinsi Jambi tahun 2025 hingga 23 November menunjukkan adanya ketimpangan antara pendapatan dan belanja daerah. Realisasi pendapatan menembus angka 80 persen, sedangkan realisasi belanja baru mencapai 67 persen akibat belum maksimalnya pencairan belanja modal yang masih menunggu progres proyek fisik mendekati 100 persen.
Hingga akhir November, realisasi pendapatan daerah mencapai Rp3,5 triliun dari target Rp4,4 triliun atau sekitar 80,4 persen. Capaian ini dinilai cukup baik mengingat masih tersisa waktu untuk mengejar target pendapatan hingga akhir tahun anggaran.
Baca juga: Kejati Jambi Terima Tersangka Mafia Pajak Senilai 16,8 Miliar dari Ditjen Pajak
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Provinsi Jambi, Agus Pirngadi, mengatakan peningkatan pendapatan di tahun ini menunjukkan kinerja yang positif.
"Capaian pendapatan sudah di atas 80 persen, dan ini cukup baik untuk periode November," ujar Agus. Minggu, (30/11/2025).
Di sisi lain, realisasi belanja masih berada di angka 67,9 persen atau sekitar Rp3 triliun dari total pagu Rp4,5 triliun. Kondisi ini menimbulkan selisih antara pendapatan dan belanja daerah, terutama pada belanja modal yang porsinya cukup besar dalam struktur keuangan daerah.
Baca juga: Evakuasi Ular di Area Perumahan Kenali Asam
Agus menjelaskan bahwa belanja modal pada tahun ini memang naik hingga 60 persen, namun pencairannya belum bisa dilakukan secara penuh.
“Sebagian besar paket pekerjaan masih pada tahap pencairan uang muka sekitar 30 persen. Pembayaran lanjutan baru bisa dilakukan setelah progres fisik mencapai 90 sampai 100 persen sesuai ketentuan,” kata Agus.
Pemerintah Provinsi Jambi juga menilai rendahnya serapan belanja pada periode ini masih tergolong wajar. Banyak kegiatan fisik, terutama yang bersumber dari belanja modal, sedang berlangsung dan membutuhkan verifikasi progres sebelum pencairan dapat dilanjutkan. Dinas Pekerjaan Umum menjadi perangkat daerah dengan porsi belanja modal terbesar yang berkontribusi pada lambatnya serapan.
Baca juga: Tim SAR Jambi Perkuat Operasi Darurat Banjir Sumatera Barat, 20 Warga Berhasil Dievakuasi
Agus menambahkan bahwa pihaknya akan melakukan pembahasan lebih rinci untuk melihat kegiatan mana yang memerlukan percepatan.
“Evaluasi diperlukan agar target penyerapan bisa dikejar pada sisa waktu tahun anggaran,” ujarnya.
Meski terdapat ketimpangan antara pendapatan dan belanja, Pemerintah Provinsi Jambi tetap optimistis serapan anggaran akan meningkat signifikan pada triwulan terakhir. Hal ini seiring dengan percepatan penyelesaian pekerjaan fisik yang ditargetkan selesai sebelum penutupan tahun anggaran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan