JAMBI – Sebuah kapal tugboat bernama Viti XXIII bersama tongkang gandengannya BG Trus Line 909 dilaporkan terbalik di perairan Sungai Batanghari, tepatnya di wilayah Air Hitam, Kelurahan Simpang, Kecamatan Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Kejadian tersebut viral di media sosial setelah beredar video detik-detik penyelamatan awak kapal yang terjebak di dalam lambung kapal.
Peristiwa bermula saat kapal yang berlayar dari Jambi menuju Ambang Luar Kampung Laut itu diduga melakukan manuver mendadak untuk menghindari kapal lain yang sedang kandas di jalur perairan dangkal. Akibatnya, kapal mengalami kemiringan hebat dan dalam hitungan detik langsung terbalik di tengah sungai.
Baca juga: Tangkapan Laut Melimpah, Harga Kepiting Bakau di Kuala Tungkal Turun
Terdapat 11 orang anak buah kapal (ABK) dan satu orang pandu yang berada di atas kapal saat insiden terjadi. Sebagian besar berhasil menyelamatkan diri dengan melompat ke sungai, namun seorang masinis dilaporkan terjebak di dalam lambung kapal yang sudah dalam posisi terbalik.
Mengetahui hal tersebut, petugas Bintara Pembinaan Potensi Maritim (Binpotmar) TNI AL Simpang Tua bersama masyarakat setempat langsung bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan proses evakuasi. Upaya penyelamatan berlangsung dramatis karena posisi kapal sulit dijangkau dan badan kapal harus dibelah untuk mencapai ruang mesin.
Baca juga: Tiga Emak-emak Pencopet Viral Diamankan Polsek Jambi Timur
“Proses penyelamatan memakan waktu cukup lama karena kami harus memastikan kondisi kapal aman sebelum memotong bagian lambung menggunakan mesin las,” ujar Peltu Bek Muhamad Ansori, personel Binpotmar TNI AL Simpang Tua. Senin, (06/10/2025).
Setelah beberapa jam berjuang, tim gabungan akhirnya berhasil mengevakuasi masinis yang terjebak di dalam kapal dalam keadaan selamat. Momen penyelamatan itu pun disambut haru oleh rekan-rekan sesama ABK dan warga sekitar yang ikut menyaksikan prosesnya.
Baca juga: Status Siaga Karhutla di Muaro Jambi Diperpanjang Hingga 2 November 2025
“Alhamdulillah, korban berhasil kami keluarkan dengan selamat. Ini berkat kerja sama cepat antara TNI AL, masyarakat, dan pihak kapal yang sigap memberikan bantuan,” tambah Ansori.
Hingga saat ini tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, kerugian material diperkirakan cukup besar karena satu unit kapal dilaporkan tenggelam. Sementara itu, pihak TNI AL bersama Kepolisian Perairan masih melakukan investigasi untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan kapal tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan