Status Siaga Karhutla di Muaro Jambi Diperpanjang Hingga 2 November 2025 (Dok. Istimewah)
JAMBI — Meski sudah memasuki musim hujan, Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi belum mencabut status kesiapsiagaan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hingga akhir September 2025, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat masih menyiagakan personel di lapangan untuk mengantisipasi potensi kebakaran.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Muaro Jambi, Anari Hasiholan Sitorus, mengatakan bahwa posko utama karhutla masih tetap beroperasi. Hal ini dilakukan agar tim satgas dapat bergerak cepat jika terjadi kebakaran hutan maupun lahan di sejumlah titik rawan.
Baca juga: Inflasi Jambi September 2025 Tertinggi Kelima di Indonesia, Cabai Merah Jadi Penyumbang Utama
“Status siaga karhutla masih berlangsung hingga 2 November mendatang. Posko utama tetap kita siagakan agar tim bisa cepat turun ke lapangan,” jelas Anari Hasiholan Sitorus, Kamis (2/10/2025).
Ia menambahkan, meski hujan sudah mulai turun, beberapa wilayah di Muaro Jambi belum diguyur hujan secara merata. Kondisi suhu udara yang masih berada di atas 30 derajat Celcius juga membuat potensi kebakaran lahan tetap tinggi.
Baca juga: Kesaksian Warga: Korban Perampokan di Talang Bakung Ditemukan Bersimbah Darah
“Masih ada daerah yang belum teraliri hujan, sehingga risiko kebakaran tetap ada. Apalagi cuaca panas masih sering terjadi,” ujarnya.
Berdasarkan catatan BPBD Muaro Jambi, luas lahan yang terbakar sepanjang 2025 mencapai 273,75 hektare. Kebakaran tersebut tersebar di tujuh desa, yakni Desa Gambut Jaya, Talang Duku, Sekernan, Lopak Alai, Suko Awin Jaya, Pematang Gajah, dan Desa Bakung.
Baca juga: Ekspor Jambi Naik 12,76 Persen pada Agustus 2025, Impor Justru Turun 42,43 Persen
Dengan masih adanya potensi kebakaran, BPBD Muaro Jambi terus berkoordinasi dengan TNI, Polri, serta masyarakat setempat untuk melakukan patroli, pemadaman dini, dan pencegahan di lokasi rawan. Upaya ini dilakukan agar kebakaran tidak semakin meluas.
Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Langkah pencegahan dari warga dinilai sangat penting untuk mendukung kerja satgas dalam menekan angka karhutla di Muaro Jambi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan