Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 02 OKTOBER 2025 • 23:02 WIB

Inflasi Jambi September 2025 Tertinggi Kelima di Indonesia, Cabai Merah Jadi Penyumbang Utama

Inflasi Jambi September 2025 Tertinggi Kelima di Indonesia, Cabai Merah Jadi Penyumbang UtamaInflasi Jambi September 2025 Tertinggi Kelima di Indonesia, Cabai Merah Jadi Penyumbang Utama (Dok. Istimewah)

JAMBI — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Provinsi Jambi mengalami inflasi bulanan (month-to-month/mtm) sebesar 0,81 persen pada September 2025. Angka tersebut menempatkan Jambi di peringkat kelima inflasi tertinggi secara nasional. Sementara itu, inflasi tahunan (year-on-year/yoy) mencapai 3,77 persen atau lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional, sekaligus menempatkan Jambi di urutan keenam tertinggi di Indonesia.

Kepala BPS Provinsi Jambi, Agus Sudibyo, menjelaskan inflasi September didorong oleh kenaikan harga barang dan jasa, terutama pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang memberikan andil inflasi sebesar 0,53 persen. Komoditas utama penyumbang inflasi di kelompok ini antara lain cabai merah, daging ayam ras, cabai hijau, wortel, udang basah, ikan gabus, jeruk, sigaret putih mesin, ikan dencis, ikan kembung, kopi bubuk, serta buah pir.

Baca juga: Sekolah Rakyat di Tanjab Barat Masih Tunggu Persetujuan dari Kemensos RI

“Faktor terbesar yang mendorong inflasi di Jambi bulan September adalah kenaikan harga cabai merah. Komoditas ini menjadi penyumbang dominan yang memicu inflasi, disusul oleh beberapa komoditas pangan strategis lainnya,” ungkap Agus Sudibyo, Kamis (2/10/2025).

Secara tahunan, lanjut Agus, terdapat tiga kelompok besar penyumbang utama inflasi Jambi. Pertama, kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil 2,67 persen, yang dipicu oleh cabai merah, daging ayam ras, bawang merah, beras, minyak goreng, ikan dencis, petai, sigaret kretek mesin, tomat, cabai hijau, kopi bubuk, ikan serai, ikan tongkol, kelapa, dan kangkung. Kedua, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan andil 0,48 persen akibat kenaikan harga emas perhiasan. Ketiga, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran dengan andil 0,28 persen karena kenaikan harga kue kering berminyak serta lontong atau ketupat sayur.

Baca juga: Perampokan di Talang Bakung Tewaskan Pemilik Rumah, Mobil Pajero Ikut Raib

Berdasarkan wilayah, inflasi tahunan tertinggi terjadi di Kabupaten Kerinci yang mencapai 5,90 persen. Sementara itu, inflasi terendah tercatat di Kota Jambi sebesar 3,06 persen. Untuk inflasi bulanan, Kota Jambi menempati posisi tertinggi dengan 0,90 persen, sedangkan Kabupaten Bungo menjadi yang terendah dengan 0,55 persen.

BPS juga mencatat, secara kumulatif inflasi Jambi dari Januari hingga September 2025 (year-to-date/ytd) mencapai 3,05 persen. Kondisi ini menunjukkan tekanan inflasi masih cukup kuat di daerah, terutama dipicu oleh gejolak harga bahan pangan yang sulit dikendalikan.

Baca juga: Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Lapas Muara Tebo Manfaatkan Lahan Kosong Jadi Lumbung Pangan

Agus menekankan pentingnya langkah pengendalian harga oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Ia menilai operasi pasar harus menjadikan harga bulan sebelumnya sebagai acuan agar efektif menekan laju inflasi.

“Keberhasilan operasi pasar bisa dilihat dari kemampuan harga barang mendekati harga pada bulan sebelumnya. Kalau harga tidak mengalami penyesuaian, berarti inflasi masih berlanjut dan perlu intervensi lebih lanjut,” jelasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Inflasi Jambi September 2025 Tertinggi Kelima di Indonesia, Cabai Merah Jadi Penyumbang Utama

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!