Ekspor Jambi Naik 12,76 Persen pada Agustus 2025, Impor Justru Turun 42,43 Persen (Dok. Istimewah)
JAMBI – Nilai ekspor asal Provinsi Jambi pada Agustus 2025 tercatat mengalami kenaikan signifikan sebesar 12,76 persen dibandingkan Juli 2025. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi menyebut nilai ekspor meningkat dari US$171,32 juta pada Juli menjadi US$193,18 juta pada Agustus. Kenaikan ini terutama didorong oleh meningkatnya ekspor komoditi kopi, teh, dan rempah, kayu lapis dan olahan, pulp dan kertas, serta minyak dan gas (migas).
Kepala BPS Provinsi Jambi, Agus Sudibyo, mengatakan ekspor pertanian Agustus 2025 tercatat US$15,03 juta, turun 20,74 persen dibandingkan Juli. Namun secara tahunan, ekspor pertanian naik 100,52 persen berkat peningkatan ekspor pinang serta komoditi kopi, teh, dan rempah.
Baca juga: Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Lapas Muara Tebo Manfaatkan Lahan Kosong Jadi Lumbung Pangan
“Untuk kelompok industri mengalami kenaikan tipis 1,37 persen, dari US$89 juta pada Juli menjadi US$90,22 juta pada Agustus. Secara tahunan, ekspor industri tumbuh 37,30 persen. Sementara kelompok pertambangan mencatat lonjakan cukup tinggi 38,78 persen, dari US$63,36 juta menjadi US$87,93 juta, didorong naiknya ekspor migas,” jelas Agus. Kamis, (02/10/2025).
Meski demikian, Agus menambahkan, bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu, ekspor pertambangan justru turun 31,85 persen akibat menurunnya ekspor migas dan batu bara. Dari sisi tujuan negara, ekspor Jambi meningkat ke Thailand, Jerman, Inggris, Cina, Jepang, Australia, dan Korea Selatan. Sementara ke Singapura, Malaysia, Amerika Serikat, India, serta Taiwan mengalami penurunan.
Baca juga: 5 Calon PPPK Paruh Waktu di Tanjabbarat Batal Dilantik
BPS mencatat ekspor Jambi sepanjang Agustus dilakukan melalui pelabuhan dalam dan luar provinsi. Ekspor lewat pelabuhan Jambi tercatat US$99,45 juta, sementara melalui pelabuhan luar Jambi sebesar US$94,98 juta. Hingga Agustus 2025, total nilai ekspor Jambi mencapai US$1,42 miliar, turun 6,28 persen dibanding periode yang sama tahun 2024.
Kontribusi terbesar ekspor Jambi masih didominasi pertambangan sebesar 48,13 persen, disusul industri 44,46 persen, dan pertanian 7,41 persen. Secara rinci, ekspor industri ditopang minyak nabati (18,44 persen), pertambangan oleh migas (45,46 persen), dan pertanian oleh komoditi pinang (5,34 persen).
Baca juga: 17 Hari Kebebasan Pers Mati, Massa Gelar Aksi September Hitam di Polda Jambi
Sementara itu, nilai impor Provinsi Jambi pada Agustus 2025 justru mengalami penurunan cukup tajam, yaitu 42,43 persen dibandingkan Juli 2025. Nilai impor yang pada Juli tercatat sebesar US$8,45 juta, turun menjadi US$4,87 juta pada Agustus.
Lima negara mitra impor terbesar Jambi pada Agustus 2025 adalah Singapura, Kanada, Cina, Jepang, dan Malaysia. Secara kumulatif, kelompok komoditi mesin dan alat angkutan mendominasi struktur impor Jambi dengan kontribusi 46,41 persen, disusul hasil industri dan lainnya 44,35 persen, serta bahan kimia dan sejenisnya 7,70 persen.
Penurunan impor ini menunjukkan adanya dinamika perdagangan luar negeri Jambi yang dipengaruhi oleh kebutuhan industri serta permintaan pasar pada periode tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan