3.458 Siswa di Tungkal Ilir Terima Program Makan Bergizi Gratis (Dok. Istimewah)
JAMBI – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tanjung Jabung Barat sudah berjalan selama empat bulan terakhir. Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Tanjabbarat, terdapat 3.458 siswa di enam sekolah wilayah Kecamatan Tungkal Ilir yang sudah menerima manfaat program ini.
Sekolah-sekolah penerima MBG tersebar mulai dari jenjang Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Bahkan, beberapa di antaranya berada di wilayah dalam Kota Kuala Tungkal.
Baca juga: 17 Hari Kebebasan Pers Mati, Massa Gelar Aksi September Hitam di Polda Jambi
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanjabbarat, H. Dahlan, menjelaskan bahwa program ini telah berjalan sesuai aturan yang berlaku. Meski demikian, pihaknya tetap menerima sejumlah masukan dari sekolah penerima, terutama terkait variasi menu yang disediakan.
“Keluhan yang masuk itu sifatnya masih wajar, misalnya ada murid yang tidak suka dengan lauk tertentu. Tapi secara keseluruhan menu MBG sudah memenuhi standar gizi karena setiap hari selalu bervariasi, mulai dari ayam goreng, ikan goreng, sayuran, hingga buah-buahan seperti semangka,” kata Dahlan, Rabu, (01/10/2025).
Baca juga: Petugas Lapas Kuala Tungkal Gagalkan Penyelundupan Sabu yang Disembunyikan dalam Sandal
Dari total 3.458 penerima MBG, sebanyak 947 siswa merupakan tingkat SMA, sedangkan sisanya sebanyak 2.511 siswa berasal dari jenjang TK hingga SMP. Program ini diharapkan mampu memberikan dukungan gizi yang cukup bagi siswa, sehingga mereka lebih semangat dalam belajar.
“Harapan besar kami tentu program MBG ini bisa terus berjalan dan berkelanjutan, karena manfaatnya sangat dirasakan oleh para murid maupun pihak sekolah,” tambah Dahlan.
Baca juga: Polsek Merlung Amankan Residivis Curanmor Lintas Provinsi
Sementara itu, Kepala SD Negeri 01 Tanjabbarat, Hj. Hariyana, mengakui bahwa program MBG sudah dirasakan manfaatnya oleh siswanya. Ia menyebut, meski menu yang disediakan terkadang tidak sesuai selera anak, makanan tetap tidak terbuang.
“Di sekolah kami ada 253 murid penerima MBG. Memang ada yang kadang tidak suka dengan lauknya, tapi makanan tetap dibawa pulang oleh siswa. Jadi tidak mubazir, dan tetap memberikan manfaat gizi bagi mereka,” ujar Hariyana.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan