JAMBI – Animo masyarakat untuk mengunjungi Museum Siginjai Jambi terus meningkat. Dalam beberapa waktu terakhir, tercatat lebih kurang 3.000 pengunjung datang untuk melihat pameran yang digelar, khususnya pameran batik masa lalu yang menjadi salah satu sajian utama museum.
Kriviorini, Penyusun Bahan Publikasi dan Educator UPTD Museum Siginjai Jambi, mengatakan selain menampilkan pameran batik, pihaknya juga menyuguhkan koleksi masterpiece yang dimiliki museum. Koleksi tersebut di antaranya berupa alat musik tradisional seperti cangor, puput kayu, terompet, gambus, kecapi, bas tongkang, kulintang kayu, gendang bambu, akordion, hingga rebana.
Baca juga: Polsek Merlung Amankan Residivis Curanmor Lintas Provinsi
“Tidak hanya pameran batik, koleksi masterpiece kami juga menjadi daya tarik utama. Salah satunya adalah Keris Siginjai yang terletak di Ruangan Khasanah Budaya dan menjadi ikon kebanggaan Museum Siginjai,” ujar Kriviorini, Rabu, (01/10/2025).
Selain keris, museum juga menyimpan koleksi masterpiece di bidang arkeologi. Beberapa di antaranya adalah arca ikat pinggang emas dan sabuk emas, yang semakin memperkaya khazanah sejarah dan budaya yang ditampilkan kepada masyarakat.
Baca juga: Pemkot Jambi Perketat Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis
Museum Siginjai tidak hanya menjadi tempat pameran, tetapi juga berperan aktif dalam kegiatan edukasi. Pihak museum rutin mengadakan program penunjang pendidikan bagi mahasiswa dan siswa, dengan menyediakan ruang belajar serta kunjungan khusus bagi anak sekolah. Langkah ini dilakukan untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya sejak dini.
Rini menambahkan, pada tahun mendatang museum berencana menghadirkan pameran dengan tema berbeda agar memberikan pengalaman baru bagi pengunjung. “Rencananya kami akan mengangkat tema kehidupan Orang Rimba atau pameran lain yang bisa memberikan wawasan baru kepada masyarakat,” jelasnya.
Baca juga: Cetak 500 Per Hari, Stok Blanko KTP di Kota Jambi Masih Terkendali
Dengan inovasi tersebut, Museum Siginjai berharap keberadaan museum tidak hanya menjadi tempat penyimpanan koleksi, tetapi juga pusat pembelajaran budaya yang menarik bagi berbagai kalangan, khususnya generasi muda.
“Harapan kami, pelestarian warisan budaya dapat melibatkan generasi muda secara aktif. Dengan berkunjung ke museum dan mengikuti kegiatan yang digelar, generasi muda bisa lebih mengenal, menghargai, dan menjaga budaya yang menjadi identitas bangsa,” pungkas Kriviorini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan