Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 15 SEPTEMBER 2025 • 14:36 WIB

Mengenal Sultan Thaha Syaifuddin, Pahlawan Nasional Asal Jambi

Mengenal Sultan Thaha Syaifuddin, Pahlawan Nasional Asal JambiMengenal Sultan Thaha Syaifuddin, Pahlawan Nasional Asal Jambi (Dok. Istimewah)

JAMBI — Jalan Sultan Thaha yang berada di kawasan Tanggo Rajo, Kota Jambi, ternyata mengambil nama dari seorang tokoh besar sekaligus Pahlawan Nasional asal Jambi, yakni Sultan Thaha Syaifuddin. Beliau adalah sultan terakhir dari Kesultanan Jambi yang terkenal karena perjuangannya melawan penjajahan Belanda pada abad ke-19.

Sultan Thaha lahir sekitar tahun 1816 dan naik tahta sebagai Sultan Jambi pada 1855. Saat itu, Belanda berusaha memperluas kekuasaan dengan memaksakan perjanjian yang merugikan rakyat Jambi. Namun, Sultan Thaha dengan tegas menolak perjanjian tersebut dan memilih untuk melawan meskipun menghadapi tekanan yang sangat besar.

Baca juga: Judi Online Marak di Jambi, Polisi Imbau Warga Waspada

Sebagai seorang pemimpin, Sultan Thaha tidak hanya berperan di istana, tetapi juga turun langsung menjadi tokoh perlawanan rakyat Jambi. Bersama para pejuang, beliau bergerilya melawan Belanda di pedalaman Jambi. Kegigihan dan keberanian Sultan Thaha membuat perjuangannya berlangsung cukup lama, meski akhirnya ia gugur pada tahun 1904.

Pada tahun 1858, Belanda menyerang istana Kesultanan Jambi. Meski kalah dalam pertempuran terbuka, Sultan Thaha tidak menyerah. Ia memilih meninggalkan istana dan memimpin perlawanan rakyat secara gerilya di pedalaman. Strategi ini membuat Belanda kesulitan menguasai seluruh wilayah Jambi karena Sultan Thaha selalu mendapat dukungan rakyat.

Baca juga: Dugaan Korupsi Pembebasan Lahan Ujung Jabung, Kejati Jambi Turun Tangan

Selama puluhan tahun, perjuangan Sultan Thaha terus berlangsung dengan berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain di hutan dan pedalaman. Perlawanan ini tidak hanya menunjukkan keberanian, tetapi juga menjadi simbol keteguhan hati rakyat Jambi dalam mempertahankan kemerdekaan mereka dari penjajahan.

Hingga akhirnya pada tahun 1904, Sultan Thaha gugur dalam pertempuran melawan pasukan Belanda. Meski wafat, semangat perjuangannya tetap hidup di hati rakyat Jambi. Sosoknya dikenang sebagai sultan terakhir yang berdaulat penuh di Jambi sekaligus pejuang yang tidak pernah menyerah kepada penjajah.

Baca juga: Pelaku Pencabulan Anak di Masjid Pasir Putih Kota Jambi Berhasil Diamankan Polisi

Atas jasa-jasanya, pemerintah Indonesia menetapkan Sultan Thaha Syaifuddin sebagai Pahlawan Nasional pada tahun 1977. Penetapan ini menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian dan perjuangan beliau dalam melawan kolonialisme di tanah Jambi.

Kini, banyak tempat penting di Jambi yang menggunakan nama Sultan Thaha sebagai bentuk penghormatan. Salah satunya adalah Jalan Sultan Thaha yang menjadi salah satu jalan utama di Kota Jambi, serta Bandara Sultan Thaha yang menjadi pusat aktivitas masyarakat. Nama tersebut menjadi pengingat akan semangat perjuangan, keberanian, dan cinta tanah air seorang Sultan Thaha Syaifuddin bagi rakyat Jambi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Mengenal Sultan Thaha Syaifuddin, Pahlawan Nasional Asal Jambi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!