Senin, 11 MEI 2026 • 19:38 WIB

Ternyata Tak Hanya di Gereja, Ini Tradisi Menarik Warga Jambi Merayakan Kenaikan Isa Almasih

Author

Ilustrasi Tuhan Yesus naik ke surga (pinterest)

JAMBI - Bagi masyarakat Jambi dalam peringatan Kenaikan Isa Almasih bukan hanya sekadar rutinitas ibadah di dalam gedung gereja. Di balik khidmatnya misa dan kebaktian, terdapat jalinan tradisi yang telah mengakar kuat, memperlihatkan bagaimana iman berpadu harmonis dengan kehangatan budaya lokal di "Bumi Langkah Serentak Bakubam."

Baca juga: Rekomendasi Gereja Katolik Bersejarah di Riau dan Kepulauan Riau untuk Wisata Religi

Jika Anda berkunjung ke gereja-gereja di Jambi pada Kamis, 14 Mei 2026 mendatang, Anda akan menemukan bahwa perayaan ini memiliki "wajah" yang unik. Berikut adalah beberapa tradisi menarik yang mewarnai hari raya tersebut.

1. Tradisi Makan Bersama

Salah satu pemandangan paling ikonik di Jambi, khususnya di gereja dengan jemaat yang guyub seperti HKBP Jambi di Kotabaru atau GKI Jambi merupakan tradisi makan bersama usai ibadah.

Bukan dipesan dari katering mewah, hidangan yang disajikan yang sering kali merupakan hasil swadaya atau dibawa langsung dari rumah oleh masing-masing jemaat. Mulai dari penganan tradisional hingga sampai hidangan khas Jambi, semuanya dinikmati bersama di halaman gereja. Momen ini akan menjadi ruang bagi jemaat untuk saling melepas rindu dan mempererat tali persaudaraan.

2. Ziarah ke Makam Keluarga

Bagi sebagian besar warga Kristen dan Katolik di Jambi, hari Kenaikan telah menjadi waktu untuk mengunjungi makam keluarga. Kawasan pemakaman seperti di Pondok Meja atau Lingkar Barat yang biasanya akan lebih ramai dikunjungi jemaat setelah ibadah pagi selesai.

Bagi mereka yang membersihkan makam dan menaburkan bunga bukan hanya sekedar bentuk penghormatan kepada leluhur, tetapi juga refleksi iman akan harapan akan kehidupan kekal, sejalan dengan makna kenaikan itu sendiri.

3. 'Pesiar' ke Ikon Kota

Mengingat Kenaikan Isa Almasih adalah hari libur nasional, warga Jambi kerap melanjutkan perayaan dengan tradisi "pesiar" atau jalan-jalan keluarga. Lokasi-lokasi seperti Jembatan Gentala Arasy maupun kawasan Tugu Keris Siginjai sering kali menjadi titik kumpul. Menikmati jagung bakar di Kotabaru atau hanya sekadar berfoto di depan menara Gentala Arasy menjadi cara sederhana namun bermakna bagi keluarga di Jambi untuk merayakan sukacita hari raya.

4. Aksi Kasih yang Melintasi Batas

Tradisi menarik lainnya merupakan gerakan sosial yang sering diinisiasi oleh kaum muda gereja. Di Jambi, tidak jarang kelompok pemuda gereja memanfaatkan momen ini untuk berbagi sembako maupun mengunjungi panti asuhan. Semangat yang dibawa sangat jelas dalam kenaikan Kristus harus membawa dampak nyata bagi bumi melalui tindakan kasih kepada sesama tanpa memandang latar belakang.

Keberagaman tradisi ini telah membuktikan bahwa perayaan Kenaikan Isa Almasih di Jambi memiliki akar yang dalam pada nilai-nilai kebersamaan. Perayaan ini bukan hanya sekedar milik mereka yang berada di dalam gereja, melainkan terpancar dalam interaksi hangat di ruang-ruang publik Kota Jambi.

Baca juga:  Deretan Gereja Bersejarah di Kendari Untuk Wisata Rohani

Selamat merayakan Kenaikan Isa Almasih bagi Anda yang merayakan. Semoga semangat kedamaian dan keharmonisan terus terjaga di tengah masyarakat Jambi yang kita cintai.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU