Selasa, 25 NOVEMBER 2025 • 14:58 WIB

Pentingnya Sumber Penghidupan bagi Orang Rimba, Sekda Jambi Tekankan Kolaborasi Multi Pihak

Author

Pentingnya Sumber Penghidupan bagi Orang Rimba, Sekda Jambi Tekankan Kolaborasi Multi Pihak (Dok. Istimewah)

JAMBI — Sekda Provinsi Jambi, Sudirman, menegaskan bahwa kolaborasi multi pihak merupakan bagian penting dalam upaya bersama memuliakan Orang Rimba sebagai subjek pembangunan. 

“Kita ingin memastikan bahwa Orang Rimba tidak lagi ditempatkan sebagai objek, tetapi sebagai subjek yang berdaulat atas kehidupannya,” ujarnya dalam rapat koordinasi tersebut. Selasa, (25/11/2025).

Sudirman memimpin langsung jalannya Rapat Koordinasi Multi Pihak Restorasi Sumber Penghidupan Orang Rimba yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Gubernur Jambi. Rakor ini digelar sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam menguatkan pemulihan sosial, ekonomi, dan kebutuhan dasar komunitas adat tersebut.

Baca juga: Usaha Catering di Kota Jambi Keluhkan Tingginya Harga Cabai

Rapat dihadiri oleh Direktur Eksekutif YHMI Mangara Silalahi beserta tim, para akademisi dari perguruan tinggi, peneliti, dosen, OPD terkait, perwakilan perusahaan, serta para tumenggung Orang Rimba dari berbagai wilayah di Provinsi Jambi. Keterlibatan beragam pihak ini menunjukkan pentingnya pendekatan kolaboratif dalam merespon kebutuhan komunitas adat terpencil.

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah persoalan utama Orang Rimba dibahas, mulai dari pemulihan sosial, akses ekonomi, kesehatan, kebutuhan dasar, hingga keberlanjutan sumber penghidupan. Melalui Rakor ini, pemerintah ingin memastikan bahwa setiap langkah intervensi benar-benar menjawab kebutuhan lapangan.

Baca juga: 8 KASUS KONFLIK LAHAN DI TANJAB BARAT, KESBANGPOL AKUI PENYELESAIAN MASIH CUKUP PANJANG

Berdasarkan data Dinas Sosial Provinsi Jambi, populasi Orang Rimba atau Komunitas Adat Terpencil saat ini mencapai 1.593 kepala keluarga atau 4.978 jiwa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.358 KK telah tercatat dan tersebar di enam kabupaten yaitu Merangin, Sarolangun, Batanghari, Bungo, Tebo, dan Tanjab Barat.

Berbagai program pendampingan yang melibatkan pemerintah, perusahaan, LSM, dan perguruan tinggi telah dilakukan selama beberapa tahun terakhir. Sekda Sudirman memberikan apresiasi atas upaya semua pihak yang dinilai telah bekerja keras memahami dan menangani persoalan yang dihadapi Orang Rimba.

Baca juga: KPK Tinjau Tiga Proyek Strategis di Tanjab Barat, Cek Keseriusan Pemkab Berantas Korupsi

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk menyusun sebuah grand desain pembangunan yang dapat menjadi pedoman bersama dalam merumuskan kebijakan. Sudirman menegaskan bahwa rencana tersebut harus tetap mengutamakan informasi, masukan, serta kebutuhan yang disampaikan langsung oleh masyarakat Orang Rimba.

Sudirman berharap keterlibatan multi pihak ini mampu melahirkan ide dan gagasan komprehensif yang dapat diimplementasikan dalam kerja nyata. Menurutnya, tujuan besar yang ingin dicapai adalah menjadikan Orang Rimba sebagai subjek pembangunan yang memiliki kemandirian dan keberlanjutan sumber penghidupan mereka ke depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author

Rudiansyah

ZCreators
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU