JAMBI – Warga Desa Muara Seberang, Kecamatan Seberang Kota, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, dihebohkan dengan penemuan tulang berukuran besar di kawasan pesisir sungai. Hingga kini, belum diketahui secara pasti tulang makhluk apa yang ditemukan oleh warga di daerah tersebut. Penemuan ini sontak menarik perhatian warga sekitar dan menjadi perbincangan hangat di masyarakat.
Kepala Desa Muara Seberang, Shawani, membenarkan adanya penemuan tulang berukuran besar tersebut. Ia mengatakan tulang itu ditemukan oleh warga pada Jumat, 24 Oktober 2025, saat sedang membersihkan lahan di sekitar area gambut yang tidak jauh dari sungai.
“Benar, warga kami menemukan tulang besar ketika sedang membersihkan lahan. Sebagian tulangnya masih tertanam di dalam tanah. Kami belum tahu pasti itu tulang hewan atau apa,” ujar Shawani saat dikonfirmasi. Rabu, (29/10/2025).
Baca juga: Kasus Penganiayaan: Mantan Suami Bacok Suami Mantan Istri di Tanjab Barat
Menurut keterangan warga, tulang tersebut memiliki ukuran yang cukup besar dan tampak sudah berwarna pucat seperti tulang yang telah lama tertimbun. Warga menduga, tulang itu mungkin milik hewan berukuran besar yang sudah lama mati di lokasi tersebut. Namun, sebagian warga juga menduga tulang itu bisa saja milik hewan langka atau bahkan peninggalan sejarah yang belum diketahui.
Penemuan tulang itu membuat banyak warga berdatangan ke lokasi untuk melihat secara langsung. Beberapa warga bahkan sempat mengabadikan penemuan tersebut melalui ponsel dan membagikannya ke media sosial. Dalam waktu singkat, foto-foto tulang itu pun tersebar luas dan menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat Tanjung Jabung Barat.
Baca juga: PERALIHAN MUSIM, BPBD IMBAU MASYARAKAT WASPADA DAMPAK MUSIM PENGHUJAN
Shawani menuturkan, setelah penemuan itu, pihaknya langsung melaporkan kepada Babinkamtibmas dan Babinsa setempat agar dilakukan pengecekan lebih lanjut.
“Kami sudah melaporkan temuan ini ke aparat desa, Babinkamtibmas, Babinsa, dan juga Camat. Saat ini tulangnya masih diamankan di lokasi dan belum dipindahkan ke tempat lain,” jelasnya.
Pihak pemerintah desa masih menunggu arahan lebih lanjut dari instansi terkait untuk memastikan asal usul tulang tersebut. Shawani menyebut, karena sebagian tulang masih tertanam di tanah, proses identifikasi belum bisa dilakukan sepenuhnya.
“Kami belum berani menyimpulkan sebelum ada pemeriksaan dari pihak berwenang, apakah itu tulang hewan atau bukan,” tambahnya.
Sementara itu, warga berharap agar pihak berwenang, terutama dari Dinas Kehutanan atau instansi yang berkompeten, segera turun ke lokasi untuk meneliti lebih lanjut temuan tersebut. Hal ini penting agar misteri mengenai asal tulang besar itu dapat terungkap dan tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, tulang berukuran besar tersebut masih berada di lokasi penemuan di Desa Muara Seberang, Kecamatan Seberang Kota. Aparat desa bersama warga menjaga area sekitar agar tidak ada pihak yang merusak atau memindahkan tulang sebelum dilakukan pemeriksaan resmi oleh pihak terkait.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan