Selasa, 14 OKTOBER 2025 • 22:44 WIB

Bocah Enam Tahun Peluk Ayah di Sel Tahanan, Aksi Polisi di Muaro Jambi Tuai Haru

Author

Bocah Enam Tahun Peluk Ayah di Sel Tahanan, Aksi Polisi di Muaro Jambi Tuai Haru (Dok. Istimewah)

JAMBI — Momen haru terjadi di Polsek Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi, ketika seorang bocah laki-laki berusia enam tahun berbaring dan memeluk ayahnya yang tengah mendekam di sel tahanan. Video kejadian tersebut viral di media sosial dan menuai banyak pujian dari warganet atas tindakan humanis anggota polisi yang bertugas.

Dalam video yang beredar, terlihat seorang anak kecil memeluk dan mencium ayahnya dari balik jeruji besi. Petugas yang melihat momen tersebut, Aipda Handoko, kemudian membuka pintu sel agar anak dan ayah itu bisa berpelukan lebih leluasa. Tindakan spontan dan penuh empati ini menyentuh hati banyak orang.

Baca juga: Wali Kota Jambi Evaluasi Larangan Truk Isi Solar di Dalam Kota

Diketahui, tahanan berinisial MA merupakan tahanan titipan dari Kejaksaan Negeri Muaro Jambi, yang tersangkut kasus illegal drilling. Sebelumnya, MA ditahan di Mapolda Jambi selama tiga bulan sebelum dilimpahkan ke Kejari Muaro Jambi dan dititipkan sementara di Polsek Sekernan.

Kedatangan istri, anak, dan keponakan MA ke Polsek Sekernan bermaksud untuk menjenguk. Saat itulah, sang anak yang lama tidak bertemu ayahnya langsung memeluk erat dari balik jeruji dan tidak ingin melepaskannya. Bahkan, bocah tersebut tampak tertidur sambil memeluk ayahnya di depan pintu sel.

Baca juga: Pasca Gagalkan Sabu Masuk Lapas, Lapas Kelas II B Kuala Tungkal Miliki Blok Rehabilitasi

Melihat momen tersebut, Aipda Handoko merasa iba. Ia pun memutuskan untuk mengizinkan MA keluar dari sel selama dua menit agar bisa memeluk anaknya dengan lebih bebas di ruang penyidik.

“Saya kasihan melihat anak itu. Dia baring di depan sel sambil peluk ayahnya. Akhirnya kami beri waktu sebentar supaya bisa bertemu lebih dekat,” ujar Aipda Handoko, Selasa, (14/10/2025).

Ia menambahkan, kejadian tersebut juga menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak melakukan tindakan melanggar hukum. 

Baca juga: Sopir Truk Jambi Keluhkan Pembatasan Pengisian BBM Solar di Dalam Kota

“Kejadian ini bisa jadi pelajaran bagi kita semua. Karena kalau sudah terjerat hukum, yang paling dirugikan bukan hanya pelaku, tapi juga keluarga, terutama anak-anak,” lanjutnya.

Aksi humanis Aipda Handoko mendapat banyak tanggapan positif dari warganet yang menilai bahwa tindakan tersebut menunjukkan sisi empati dan kemanusiaan anggota kepolisian. Banyak yang mengapresiasi sikapnya karena mampu menyeimbangkan antara penegakan hukum dan nilai-nilai kemanusiaan.

Pihak Polsek Sekernan menegaskan, tindakan tersebut dilakukan dengan pengawasan penuh dan tetap memperhatikan aspek keamanan. Momen itu kini menjadi simbol bahwa di balik tegasnya penegakan hukum, masih ada ruang untuk kemanusiaan dan kasih sayang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author

Rudiansyah

ZCreators
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU