Selasa, 14 OKTOBER 2025 • 22:38 WIB

Pasca Gagalkan Sabu Masuk Lapas, Lapas Kelas II B Kuala Tungkal Miliki Blok Rehabilitasi

Author

Pasca Gagalkan Sabu Masuk Lapas, Lapas Kelas II B Kuala Tungkal Miliki Blok Rehabilitasi (Dok. Istimewah)

JAMBI - Pasca menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu ke dalam Lapas Kelas IIB Kuala Tungkal beberapa waktu lalu, pihak lapas terus berbenah dalam memperketat pengawasan dan meningkatkan pembinaan terhadap warga binaan. Salah satu langkah konkrit yang dilakukan adalah dengan membentuk blok rehabilitasi khusus bagi tahanan kasus narkoba. Program ini menjadi inisiatif internal Lapas Kelas IIB Kuala Tungkal untuk memberikan edukasi dan pembinaan yang lebih terarah.

Kepala Lapas Kelas IIB Kuala Tungkal, Iwan Darmawan, menjelaskan bahwa sebagian besar warga binaan di lapas tersebut merupakan narapidana kasus narkoba. Oleh karena itu, keberadaan blok rehabilitasi dinilai sangat penting untuk memberikan pemahaman dan penyadaran kepada para tahanan agar tidak kembali terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika.

Baca juga: Sopir Truk Jambi Keluhkan Pembatasan Pengisian BBM Solar di Dalam Kota

“Blok rehabilitasi ini kami bentuk sebagai sarana edukasi bagi warga binaan, terutama mereka yang terlibat kasus narkoba. Kami ingin mereka memahami bahaya penyalahgunaan narkotika dan bisa memperbaiki diri selama menjalani masa hukuman,” ujar Iwan Darmawan. Selasa, (14/10/2025).

Menurutnya, sistem pembinaan di blok rehabilitasi dilakukan secara bertahap dan bergiliran. Setiap warga binaan akan mendapatkan kesempatan mengikuti program rehabilitasi, baik melalui kegiatan edukatif, spiritual, maupun pelatihan keterampilan. 

“Tujuannya agar mereka bisa lebih baik, lebih produktif, dan mampu berintegrasi kembali di masyarakat setelah bebas nanti,” tambah Iwan.

Baca juga: Dana Transfer Pusat Dipangkas, Beban Gaji Honorer Dikembalikan ke Daerah

Selain fokus pada rehabilitasi, Lapas Kelas IIB Kuala Tungkal juga aktif mengembangkan berbagai aktivitas positif bagi warga binaan. Di antaranya adalah program pembinaan kemandirian melalui pelatihan keterampilan kerja seperti pertukangan, perbengkelan, dan kerajinan tangan, guna membekali mereka dengan kemampuan produktif setelah keluar dari lapas.

Tak hanya itu, pembinaan spiritual juga menjadi bagian penting dalam proses pembenahan mental warga binaan. Melalui kegiatan keagamaan, seperti program hapus buta huruf Al-Qur’an, pihak lapas berupaya menanamkan nilai-nilai moral dan meningkatkan pemahaman keagamaan di kalangan penghuni lapas.

Baca juga: Polsek Jelutung Bongkar Modus Penipuan Berkedok Pembagian Sembako dan Angpau

“Selain pelatihan keterampilan, kami juga mengutamakan pendidikan dan pembinaan spiritual. Dengan cara ini, diharapkan warga binaan memiliki karakter yang lebih baik dan tidak mengulangi kesalahan di masa depan,” ungkap Iwan Darmawan.

Pihak lapas menegaskan, keberadaan blok rehabilitasi ini tidak hanya sebagai bentuk pembinaan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya pencegahan agar kasus penyalahgunaan narkoba di lingkungan lapas tidak terulang. Melalui berbagai program pembinaan tersebut, Lapas Kelas IIB Kuala Tungkal berkomitmen mencetak warga binaan yang siap kembali ke masyarakat dengan kepribadian yang lebih baik dan mandiri.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author

Rudiansyah

ZCreators
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU