Sabtu, 27 SEPTEMBER 2025 • 18:30 WIB

Temenggung SAD Ajak Warga Jaga Kondusivitas Pascaperselisihan dengan PT SAL

Author

Temenggung SAD Ajak Warga Jaga Kondusivitas Pascaperselisihan dengan PT SAL (Dok. Istimewah)

JAMBI – Pascaperselisihan antara warga Suku Anak Dalam (SAD) Makekal Tebo dan pihak perusahaan perkebunan PT Sari Aditya Loka (SAL) yang terjadi pada 4 Agustus 2025 lalu, tokoh adat SAD mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap menjaga keamanan dan tidak terprovokasi.

Insiden tersebut sempat menimbulkan ketegangan antara masyarakat SAD dengan pihak perusahaan. Namun saat ini, para pemangku adat, termasuk Temenggung Pemubar dan Temenggung Ngadap, tampil menenangkan dan menyerukan agar semua pihak menahan diri serta tidak memperkeruh keadaan.

Baca juga: Tujuh Hektar Lahan Terbakar, Dishut Jambi Bergerak Cepat Lakukan Pemadaman

“Kami mengajak seluruh warga SAD di Provinsi Jambi untuk tetap memegang adat dan menjaga situasi tetap aman. Jangan sampai ada yang terprovokasi oleh isu-isu yang tidak benar,” ujar Temenggung Ngadap, Sabtu, (27/09/2025).

Ia menegaskan bahwa adat istiadat yang telah diwariskan oleh leluhur harus terus dijaga. Pelanggaran terhadap hukum adat, menurutnya, bukan hanya merugikan komunitas, tetapi juga mencoreng nilai-nilai yang telah dijunjung tinggi oleh Suku Anak Dalam selama turun-temurun.

Baca juga: Kejari Muaro Jambi Musnahkan 1,3 Kg Sabu dan Dua Senjata Api Rakitan

“Kita ini punya aturan adat. Jangan sampai ada yang coba-coba mengabaikan itu hanya karena emosi sesaat atau hasutan dari luar. Kita harus menjadi contoh dalam menyelesaikan masalah dengan cara yang baik,” tegas Temenggung Ngadap.

Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa masyarakat SAD Makekal Tebo tetap mendukung penuh keberadaan dan pengembangan sektor perkebunan di wilayah mereka. Menurutnya, kerja sama yang baik dengan perusahaan bisa menciptakan stabilitas ekonomi, baik bagi warga SAD maupun masyarakat sekitar.

Baca juga: Diduga Melanggar SOP, Keluarga Aryadi Laporkan Oknum Polisi ke Propam Polda Jambi

“Kalau ada persoalan, mari kita selesaikan dengan cara musyawarah, bukan kekerasan. Kami percaya, dengan saling menghargai dan berkomunikasi, semua pihak akan diuntungkan,” tambahnya.

Seruan damai dari para tokoh adat SAD ini diharapkan dapat menjadi penyejuk di tengah situasi yang sempat memanas, sekaligus membuka ruang dialog yang lebih konstruktif antara masyarakat adat dan pihak perusahaan di masa mendatang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author

Rudiansyah

ZCreators
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU