JAMBI – Kondisi jalan nasional di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, tepatnya di Kelurahan Sungai Saren dan Desa Pembengis, Kecamatan Bram Itam, dikeluhkan warga karena mengalami kerusakan parah. Banyak lubang besar menganga di badan jalan dan kerap tergenang air saat hujan, sehingga membahayakan pengguna jalan.
Merespons kondisi tersebut, Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, turun langsung ke lokasi bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum untuk melakukan perbaikan darurat. Pemerintah Kabupaten melakukan penimbunan menggunakan batu pada titik-titik jalan yang rusak agar dapat tetap dilalui dengan aman.
Baca juga: Kawasan Kumuh di Kota Jambi Meluas, Capai 968 Hektare
“Penanganan ini sifatnya darurat dan sementara. Tujuannya untuk mengurangi risiko kecelakaan serta kerusakan kendaraan akibat lubang jalan yang dalam dan tergenang air,” ujar Bupati Anwar Sadat, Rabu, (27/08/2025).
Ia menjelaskan, meskipun jalan tersebut merupakan jalan nasional dan bukan kewenangan pemerintah kabupaten, langkah cepat tetap diambil sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat. Menurutnya, kondisi jalan yang rusak parah sudah sangat mendesak untuk diperbaiki secara permanen.
Baca juga: Polres Tebo Bekuk Pelaku Percobaan Perampokan Bersenjata di BRI-Link
“Kami minta kepada Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) untuk segera menindaklanjuti dan melakukan perbaikan menyeluruh. Karena status jalan ini adalah jalan nasional, maka pembangunan dan perawatannya merupakan tanggung jawab BPJN,” tegasnya.
Warga setempat juga menyambut baik inisiatif pemerintah kabupaten. Suroso, warga Kecamatan Betara yang sering melintas di jalur tersebut, mengungkapkan bahwa penimbunan sementara yang dilakukan cukup membantu mengurangi risiko kecelakaan, terutama saat musim hujan.
“Setidaknya penimbunan ini bisa mengurangi potensi kecelakaan. Kita berharap BPJN bisa segera turun tangan, jangan sampai menunggu ada korban dulu baru bertindak,” ujar Suroso.
Baca juga: Motor Matik Terbakar Hebat di Kawasan WFC Kuala Tungkal, Warga Heboh
Kondisi jalan yang rusak juga berdampak pada mobilitas masyarakat, terutama pengendara roda dua dan pengemudi kendaraan angkutan barang yang harus ekstra hati-hati saat melintas. Selain memperlambat perjalanan, kerusakan jalan juga menyebabkan banyak kendaraan mengalami kerusakan pada ban dan suspensi.
Pemerintah Kabupaten Tanjab Barat berharap adanya koordinasi yang lebih baik dengan pihak BPJN agar perbaikan jalan nasional di wilayah tersebut dapat segera direalisasikan secara permanen demi kenyamanan dan keselamatan bersama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan