JAMBI – Dalam rangka mendukung program nasional ketahanan pangan, Pemerintah Kabupaten Tebo mengajukan permintaan 18 ton benih jagung untuk tahun 2025. Langkah ini dilakukan guna mendorong peningkatan produksi jagung di tingkat petani serta menjamin ketersediaan pangan di wilayah Kabupaten Tebo.
Selain benih jagung, Pemkab Tebo juga mengajukan bantuan beberapa alat dan mesin pertanian (alsintan) lainnya, termasuk pompa air dan peralatan pertanian pendukung. Semua ini merupakan bagian dari strategi pertanian terpadu untuk mengoptimalkan hasil panen di tengah tantangan cuaca ekstrem dan keterbatasan sarana produksi.
Baca juga: PLN Tebo Akan Perbaiki Kabel Listrik Menjuntai di Wilayah Bungkal
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPH) Kabupaten Tebo, Ziadi, menyampaikan bahwa jumlah benih jagung yang diajukan itu diproyeksikan untuk mencukupi kebutuhan tanam seluas 1.200 hektare lahan.
"Dengan 18 ton benih jagung ini, artinya kebutuhan benih untuk Kabupaten Tebo di tahun 2025 sudah sangat mencukupi, dengan target lahan tanam sekitar 1.200 hektare," ujar Ziadi, Rabu (21/08/2025).
Ia juga menambahkan bahwa jika pengajuan benih tersebut terealisasi pada tahun 2025, maka pihaknya akan langsung menyalurkannya kepada para petani maupun Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang telah mengajukan permohonan berdasarkan luas lahan yang mereka miliki.
Baca juga: Salah Satu Pelaku yang Ditangkap Polsek Jelutung Akui Dapat Sabu dari Napi di Lapas Jambi
"Benih akan langsung kita distribusikan ke petani dan BUMDes, tentunya berdasarkan data dan pengajuan resmi yang telah masuk ke dinas," jelas Ziadi.
Namun demikian, ia juga mengakui bahwa kondisi ketahanan pangan di Kabupaten Tebo, khususnya pada sektor penanaman jagung, masih menghadapi tantangan. Beberapa wilayah dilaporkan mengalami gagal panen akibat cuaca panas ekstrem yang melanda beberapa pekan terakhir.
"Cuaca memang jadi tantangan tersendiri. Panas ekstrem akhir-akhir ini menyebabkan beberapa lahan gagal panen. Karenanya, kami berharap dengan benih baru dan peralatan pertanian yang memadai, kondisi ini bisa diatasi ke depan," tambahnya.
Pemkab Tebo berkomitmen untuk terus mendampingi petani dan meningkatkan produksi pertanian melalui program-program strategis dan pengadaan bantuan sarana produksi. Harapannya, dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, ketahanan pangan di daerah ini dapat terjaga secara berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan