JAMBI - Bencana tanah longsor menelan korban jiwa di Desa Teluk Pengkah, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi. Dua anak perempuan dilaporkan meninggal dunia setelah tertimbun material longsoran tanah saat sedang bermain di rumah tetangganya.
Peristiwa memilukan ini terjadi hari Rabu (30/7)2025) sekitar pukul 19.00 WIB, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak sore hari. Rumah yang berada di lokasi tanah miring tersebut tiba-tiba ambruk ketika tanah di belakangnya longsor akibat kondisi labil dan curah hujan tinggi.
Baca juga: Viral Tukang Parkir Pukul Pemilik Toko di Kuala Tungkal, Dishub Pastikan Pelaku Jukir Liar
Dua anak perempuan, masing-masing atas nama Jihan Khairunisa (10) dan Farida Nurazizah (4), menjadi korban setelah tak sempat menyelamatkan diri saat tanah menimbun bagian belakang rumah. Sementara dua anak lainnya berhasil diselamatkan oleh pemilik rumah yang panik saat peristiwa terjadi.
“Kejadiannya sangat cepat. Pemilik rumah sempat menarik dua anak keluar, tapi dua lainnya sudah tertimbun tanah,” ungkap warga yang ikut mengevakuasi korban. Kamis, (31/07/2025).
Baca juga: Krisis Air Bersih, TNI Bangun Sumur Bor untuk Warga Pesisir di Tanjab Barat
Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut langsung menghubungi pihak berwenang. Evakuasi dilakukan selama dua jam oleh tim gabungan dari Damkar, Babinsa, dan Kepolisian.
Kapolsek Tebing Tinggi, Ipda Andi Ilham, membenarkan insiden tanah longsor yang merenggut dua korban jiwa.
“Benar, ada dua anak perempuan meninggal dunia akibat tertimbun longsor di Desa Teluk Pengkah. Keduanya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis, (31/07/2025).
Baca juga: Bus Bawa Jamaah Umroh dari Jambi Terguling di Musi Banyuasin, 4 Tewas dan 10 Luka-Luka
Jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan dan dimakamkan pada keesokan harinya pasca kejadian. Peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan warga setempat.
Sementara itu, Kepala BPBD Tanjung Jabung Barat, Zulfikri, mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor dan bantaran sungai agar lebih waspada.
Baca juga: Karhutla di Jambi Makin Meluas, 421 Hektare Lahan Terbakar dan Api Belum Padam
“Kami mengingatkan masyarakat yang tinggal di wilayah miring dan dekat sungai untuk tetap waspada, karena potensi curah hujan masih tinggi. Jika terjadi bencana, tim kami selalu siap siaga, baik untuk longsor, banjir, maupun karhutla,” ujar Zulfikri.
BPBD menyatakan bahwa wilayah Kecamatan Tebing Tinggi termasuk salah satu daerah yang rentan bencana hidrometeorologi, terutama saat musim hujan. Oleh karena itu, Zulfikri juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan warga untuk menghindari korban jiwa di masa mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan