JAMBI - Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan seorang tukang parkir di Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, babak belur diamuk massa setelah melakukan pemukulan terhadap seorang perempuan pemilik toko. Kejadian ini sontak memicu kemarahan warga dan menjadi sorotan publik.
Insiden bermula saat juru parkir tersebut memaksa pelanggan toko untuk memberikan uang parkir. Sang pemilik toko yang merasa keberatan kemudian menegur tukang parkir agar tidak memaksa, terutama jika pelanggan memang tidak memberi uang parkir.
Baca juga: Juru Parkir Cafe di Kawasan Pasar Jambi Jadi Korban Penusukan, Dua Pelaku Ditangkap
Namun, bukan menerima dengan kepala dingin, tukang parkir itu justru melayangkan pukulan ke wajah pemilik toko, yang merupakan seorang perempuan.
Melihat kejadian itu, suami korban dan warga sekitar langsung menghampiri dan menghajar pelaku hingga terluka. Video kejadian ini tersebar luas di media sosial dan menimbulkan kemarahan netizen.
Pemilik toko telah melaporkan pelaku ke pihak kepolisian atas dugaan tindak kekerasan, dan proses hukum pun tengah berjalan.
Baca juga: Krisis Air Bersih, TNI Bangun Sumur Bor untuk Warga Pesisir di Tanjab Barat
Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Tanjung Jabung Barat, Syamsul Juhari, menegaskan bahwa pelaku bukan merupakan juru parkir resmi dari Dishub.
"Kami pastikan juru parkir itu bukan bagian dari Dinas Perhubungan. Dia adalah juru parkir liar," tegas Syamsul saat dikonfirmasi, Rabu, (30/07/2025).
Ia menambahkan, seluruh juru parkir resmi dari Dishub dibekali ID Card dan seragam khusus. Jika ada aktivitas pungutan liar yang mengatasnamakan parkir resmi, masyarakat diminta segera melaporkan.
Baca juga: BPBD Jambi Dapat Bantuan 5 Helikopter dan Satu Pesawat TMC untuk Padamkan Karhutla di Gambut Jaya
"Jukir resmi kami bisa dikenali dari atribut resmi. Kalau masyarakat melihat ada jukir liar, dokumentasikan dan laporkan kepada kami atau aparat, agar bisa kami tindak," imbaunya.
Syamsul juga menyatakan pihaknya akan meningkatkan pengawasan terhadap keberadaan juru parkir liar yang kerap meresahkan warga.
"Kami akan terus melakukan patroli dan pengawasan, khususnya di titik-titik rawan adanya jukir liar. Ini penting agar masyarakat merasa aman dan nyaman," tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan