Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 20 DESEMBER 2025 • 23:11 WIB

Solar Langka, Nelayan Kuala Tungkal Banyak Terpaksa Libur Melaut

Solar Langka, Nelayan Kuala Tungkal Banyak Terpaksa Libur MelautSolar Langka, Nelayan Kuala Tungkal Banyak Terpaksa Libur Melaut (Dok. Istimewah)

JAMBI — Kelangkaan bahan bakar minyak jenis solar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, membuat aktivitas melaut para nelayan terganggu. Kondisi ini telah terjadi sejak beberapa hari terakhir dan berdampak langsung pada mata pencaharian nelayan setempat.

Sejumlah nelayan di Kuala Tungkal terpaksa memilih untuk tidak melaut karena kesulitan mendapatkan solar sebagai bahan bakar utama kapal mereka. Stok solar di satu-satunya SPBUN yang melayani nelayan di Kuala Tungkal diketahui dalam kondisi kosong.

Baca juga: Pemkot Jambi Sosialisasikan Pembangunan Jaringan Gas Rumah Tangga di Alam Barajo dan Kotabaru

Salah seorang nelayan, Junaidi, mengungkapkan bahwa kelangkaan solar sudah berlangsung lebih dari sepekan.

“Sudah lebih dari satu minggu kami sulit mendapatkan solar. SPBUN satu-satunya di Kuala Tungkal tidak ada stok sama sekali,” ujarnya. Sabtu, (20/12/2025).

Menurut Junaidi, akibat kondisi tersebut banyak nelayan terpaksa libur melaut. Jika pun harus melaut, nelayan terpaksa membeli solar di tingkat pengecer dengan harga yang jauh lebih mahal. 

“Kalau beli eceran harganya bisa Rp12 ribu sampai Rp15 ribu per liter, padahal di SPBUN hanya Rp6.800 per liter,” katanya.

Baca juga: Evakuasi Cincin Titanium di Jari Warga Berlangsung Aman oleh Damkartan Kota Jambi

Ia menambahkan, mahalnya harga solar eceran sangat memberatkan nelayan dan berdampak pada biaya operasional melaut. Kondisi ini dinilai semakin mempersulit kehidupan nelayan yang bergantung pada hasil tangkapan laut setiap harinya.

Pantauan di SPBUN Kuala Tungkal menunjukkan tidak adanya aktivitas penjualan solar kepada nelayan karena memang tidak tersedia stok bahan bakar. Area SPBUN terlihat sepi tanpa antrean kapal nelayan.

Baca juga: Pemprov Jambi dan Kejati Teken MoU Pelaksanaan Pidana Kerja Sosial

Kepala Gudang SPBUN Kuala Tungkal, Hendy Ariyandi, membenarkan bahwa pihaknya belum menerima suplai solar dari Pertamina sejak 1 Desember. “Kami belum menerima pengiriman solar sejak tanggal 1 Desember, padahal permintaan terus kami ajukan untuk kebutuhan nelayan,” jelas Hendy.

Menurut Hendy, belum masuknya suplai solar ke SPBUN Kuala Tungkal disebabkan pendistribusian yang saat ini masih difokuskan ke SPBU-SPBU di wilayah kota yang mengalami antrean panjang menjelang Natal dan Tahun Baru. Meski demikian, ia memastikan dalam waktu dekat solar akan kembali tersedia. 

“Kami sudah menerima konfirmasi dari Pertamina Jambi bahwa pengiriman solar ke SPBUN akan segera dilakukan,” tutupnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Solar Langka, Nelayan Kuala Tungkal Banyak Terpaksa Libur Melaut

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!