Harga TBS Kelapa Sawit di Batanghari Tembus Rp 3.639 per Kilogram (Dok. Istimewa)
JAMBI – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Batanghari kembali mengalami kenaikan signifikan. Berdasarkan data resmi Pemerintah Provinsi Jambi per 28 Agustus 2025, harga tertinggi TBS kini mencapai Rp 3.639 per kilogram.
Kenaikan ini cukup tinggi jika dibandingkan harga sebelumnya yang hanya berkisar Rp 3.200 per kilogram. Pemerintah berharap tren positif ini mampu meningkatkan kesejahteraan petani kelapa sawit sekaligus memacu semangat mereka dalam mengelola kebun.
Baca juga: Tiga Kendaraan Terbakar Dalam Aksi Massa di Kantor Kejaksaan Tinggi Jambi
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten Batanghari, Mara Mulya Pane, menjelaskan bahwa harga terendah TBS saat ini berada di kisaran Rp 2.827 per kilogram untuk usia tanaman tiga tahun. Sementara harga tertinggi Rp 3.639 berlaku untuk tanaman sawit berusia 10 hingga 20 tahun.
“Kenaikan ini terjadi dalam dua minggu terakhir. Sebelumnya harga masih di sekitar Rp 3.200. Saat ini sudah tembus Rp 3.639 per kilogram,” jelas Mara, Senin, (01/09/2025).
Baca juga: Ricuh! Demo di DPRD Jambi Berujung Bentrok, Mobil Terbakar dan Sejumlah Orang Terluka
Ia menambahkan, dengan adanya edaran resmi pemerintah, diharapkan seluruh pabrik kelapa sawit di Batanghari dapat mematuhi harga yang telah ditetapkan. Hal ini penting agar para petani benar-benar merasakan manfaat dari kenaikan harga tersebut.
“Kami minta pabrik menaati pembelian sesuai harga yang ditetapkan. Dengan begitu, petani bisa lebih sejahtera,” tegasnya.
Baca juga: Perum Bulog Cabang Sungai Penuh-Kerinci Siap Serap Gabah dari Petani untuk Stabilkan Harga Pangan
Kenaikan harga ini disambut positif oleh petani kelapa sawit di Batanghari. Mereka berharap stabilitas harga bisa terjaga, sehingga penghasilan petani tidak lagi tertekan seperti sebelumnya saat harga sempat anjlok.
Selain menjaga kesejahteraan petani, pemerintah daerah juga menekankan pentingnya peningkatan produktivitas dan peremajaan tanaman sawit agar hasil panen lebih maksimal di tengah tren kenaikan harga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan