JAMBI — Dalam upaya untuk menjaga stabilitas harga pangan, khususnya gabah dan beras, Perum Bulog Cabang Sungai Penuh-Kerinci siap menyerap gabah langsung dari para petani yang ada di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Program penyerapan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mendukung kestabilan harga pangan di pasar.
Kepala Perum Bulog Cabang Sungai Penuh-Kerinci, Afrinaldi Sinaga, menjelaskan bahwa penyerapan gabah dari petani ini merupakan tindak lanjut dari instruksi pemerintah pusat yang mengizinkan Bulog untuk membeli gabah langsung dari petani dengan harga yang telah ditentukan. "Program ini adalah bagian dari upaya kami untuk membantu petani dan menjaga kestabilan harga pangan, terutama gabah dan beras. Kami membeli gabah langsung dari petani dengan harga yang telah ditetapkan oleh pemerintah," ujar Afrinaldi, Sabtu, (29/08/2025).
Baca juga: 134 Koperasi Merah Putih di Tanjab Barat Siap Dukung Ekonomi Lokal
Penyerapan gabah oleh Perum Bulog Cabang Sungai Penuh-Kerinci ini mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat, yaitu sebesar Rp 6.500 per kilogram. Dengan harga ini, diharapkan dapat menguntungkan petani dan mengurangi fluktuasi harga gabah di pasar.
Afrinaldi menambahkan bahwa target penyerapan gabah di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh pada tahun 2025 sebanyak 1000 ton per tahun. Gabah yang diserap nantinya akan diproses menjadi beras yang kemudian akan didistribusikan ke masyarakat untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga beras di pasar.
"Kami menargetkan penyerapan gabah sebanyak 1000 ton per tahun 2025. Gabah yang kami beli akan diolah menjadi beras dan didistribusikan kembali kepada masyarakat untuk menjaga kestabilan harga pangan," tambah Afrinaldi.
Baca juga: Pengawasan WNA di Perairan Tanjab Barat Diperketat, Imigrasi Kuala Tungkal Fokus pada Keimigrasian
Hingga saat ini, pihak Perum Bulog Cabang Sungai Penuh-Kerinci masih melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk memperlancar proses penyerapan gabah.
"Kami terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, baik pemerintah daerah maupun organisasi petani, untuk memastikan penyerapan gabah ini berjalan lancar dan tepat sasaran," ungkap Afrinaldi.
Afrinaldi berharap bahwa dengan adanya program penyerapan gabah ini, para petani di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh dapat merasakan manfaat langsung, baik dalam hal peningkatan pendapatan maupun stabilitas harga pangan.
"Kami berharap dengan adanya program ini, perekonomian para petani dapat meningkat, dan kesejahteraan masyarakat juga dapat lebih terjaga," jelas Afrinaldi.
Baca juga: Diduga Akibat Obat Nyamuk, Satu Rumah di Tebing Tinggi Ludes Terbakar
Salah satu tujuan utama dari program penyerapan gabah ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Dengan adanya harga yang stabil dan jaminan pasar untuk gabah mereka, petani di wilayah tersebut diharapkan dapat lebih fokus pada produksi hasil pertanian tanpa khawatir terhadap fluktuasi harga. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat mengurangi ketimpangan antara harga jual petani dan harga beli di pasar.
“Melalui penyerapan gabah langsung dari petani, kami tidak hanya menjaga kestabilan harga pangan, tetapi juga berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan mendorong perekonomian lokal. Kami berharap program ini dapat menjadi solusi jangka panjang bagi para petani di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.”
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan