Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 31 AGUSTUS 2025 • 00:15 WIB

Demo DPRD Jambi, Massa Tuntut Keadilan atas Korban Terlindas Barracuda Polisi di DPR-RI

Demo DPRD Jambi, Massa Tuntut Keadilan atas Korban Terlindas Barracuda Polisi di DPR-RIDemo DPRD Jambi, Massa Tuntut Keadilan atas Korban Terlindas Barracuda Polisi di DPR-RI (Dok. Istimewa)

JAMBI — Aksi unjuk rasa besar-besaran digelar di depan Gedung DPRD Provinsi Jambi. Massa yang terdiri dari mahasiswa, pelajar, pengemudi ojek online, dan berbagai elemen masyarakat lainnya turun ke jalan untuk menyuarakan kemarahan mereka terkait insiden tragis yang terjadi di Jakarta, di mana seorang driver ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan tewas terlindas mobil taktis Barracuda milik Brimob saat berlangsungnya aksi demonstrasi di depan Gedung DPR-RI.

Sejak siang hari, ribuan massa aksi memadati kawasan Gedung DPRD Provinsi Jambi. Mereka membawa berbagai spanduk dan poster dengan pesan tuntutan untuk keadilan bagi korban, serta mendesak agar DPR segera dibubarkan. Para peserta aksi merasa bahwa Dewan Perwakilan Rakyat gagal menjalankan fungsi dan tugasnya sebagai wakil rakyat yang seharusnya memperjuangkan kepentingan publik.

Baca juga: Perum Bulog Cabang Sungai Penuh-Kerinci Siap Serap Gabah dari Petani untuk Stabilkan Harga Pangan

Rizol, salah satu perwakilan massa aksi, menyampaikan bahwa jumlah peserta aksi kali ini lebih dari seribu orang. 

"Kami datang kesini untuk menunjukkan solidaritas terhadap Affan Kurniawan, yang menjadi korban kekerasan dalam aksi yang terjadi di Jakarta. Kami juga menuntut keadilan dan mendesak agar DPR dibubarkan, karena tidak menjalankan tugasnya dengan baik," ujar Rizol dalam orasinya di depan Gedung DPRD Jambi. Sabtu, (29/08/2025).

Baca juga: 134 Koperasi Merah Putih di Tanjab Barat Siap Dukung Ekonomi Lokal

Aksi ini juga disertai dengan berbagai orasi yang menuntut agar pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap nasib para pekerja sektor informal, seperti pengemudi ojek online, yang sering kali terpinggirkan dan tidak mendapat perlindungan yang layak. Selain itu, mereka juga mengecam keras tindakan kekerasan yang dilakukan oleh aparat dalam menangani demonstrasi, yang menurut mereka justru semakin menunjukkan ketidakadilan yang terjadi di lapangan.

Menanggapi aksi tersebut, Kapolresta Jambi Kombes Pol Boy Sutan Binanga Siregar menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas kejadian tragis yang menimpa Affan Kurniawan di Jakarta. Ia juga menyatakan permohonan maaf atas insiden tersebut dan mengimbau kepada massa aksi untuk tetap menjaga ketertiban dan kedamaian selama berlangsungnya aksi unjuk rasa di Jambi.

Baca juga: Pengawasan WNA di Perairan Tanjab Barat Diperketat, Imigrasi Kuala Tungkal Fokus pada Keimigrasian

"Saya mewakili kepolisian mengucapkan belasungkawa yang mendalam. Kami memohon maaf atas peristiwa tersebut, dan kami mengimbau agar aksi di Jambi tetap berlangsung dengan damai. Kami akan memastikan bahwa keamanan dan ketertiban tetap terjaga," jelas Kombes Pol Boy Sutan Binanga Siregar.

Seiring dengan semakin besarnya massa aksi, aparat kepolisian dan pihak keamanan melakukan pengawalan ketat di sekitar Gedung DPRD Provinsi Jambi. Beberapa unit mobil patroli dan personel bersenjata dikerahkan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Meskipun situasi terpantau kondusif, pihak berwenang tetap mengimbau kepada para pengunjuk rasa agar tetap mematuhi aturan dan menjaga ketertiban selama aksi berlangsung.

Baca juga: Diduga Akibat Obat Nyamuk, Satu Rumah di Tebing Tinggi Ludes Terbakar

Aksi ini menjadi perhatian publik, tidak hanya karena besarnya jumlah peserta yang terlibat, tetapi juga karena solidaritas yang ditunjukkan untuk korban yang tewas dalam aksi demonstrasi di Jakarta. Sejumlah elemen masyarakat juga menyuarakan agar aparat kepolisian lebih berhati-hati dalam menghadapi demonstrasi dan tidak menggunakan kekerasan yang dapat merugikan masyarakat.

Para pengunjuk rasa menuntut agar DPRD Provinsi Jambi segera mengeluarkan pernyataan tegas terkait insiden tersebut dan memberikan solusi konkret untuk menangani permasalahan yang dihadapi oleh pekerja sektor informal serta memperbaiki mekanisme pengawasan terhadap aparat yang bertugas. Selain itu, massa aksi juga menuntut agar pemerintah pusat tidak hanya memberikan kompensasi untuk korban, tetapi juga memastikan bahwa kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Demo DPRD Jambi, Massa Tuntut Keadilan atas Korban Terlindas Barracuda Polisi di DPR-RI

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!