JAMBI - Menghadapi tantangan musim kemarau, Polsek Tungkal Ulu bersama dengan Polisi Kehutanan Taman Nasional Bukit Tigapuluh (Polhut TNBT) bergerak cepat untuk memperkuat benteng pertahanan hijau. Langkah antisipatif ini diwujudkan melalui penguatan sinergitas dan komitmen bersama dengan masyarakat Desa Suban, Kecamatan Batang Asam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, dalam upaya pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Baca juga: DPRD DKI Jakarta Dorong Disbud Optimalkan Setu Babakan dan Ratakan Hibah Seni Budaya untuk Warga
Kegiatan yang berfokus pada tindakan preventif ini dihadiri langsung oleh Kapolsek Tungkal Ulu beserta jajaran personelnya, perwakilan instansi Polhut TNBT, Kepala Desa Suban, tokoh masyarakat, serta puluhan warga setempat yang peduli terhadap kelestarian lingkungan.
Kawasan Desa Suban menjadi salah satu titik krusial karena letaknya yang berbatasan langsung dengan zona penyangga Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT). Oleh karena itu, kolaborasi tiga lini antara kepolisian, otoritas kehutanan, dan masyarakat desa menjadi kunci utama supaya potensi titik api (hotspot) dapat ditekan sedini mungkin.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek Tungkal Ulu juga menyampaikan bahwa penanganan karhutla tidak bisa bertumpu pada aparat penegak hukum saja, melainkan butuh kepedulian yang kolektif dari garda terdepan, yaitu masyarakat yang beraktivitas di sekitar hutan. Polsek Tungkal Ulu secara intensif memberikan edukasi mengenai larangan untuk membuka lahan dengan cara dibakar, mengingat sanksi hukum yang membayangi sangat berat serta dampak polusi asap yang bisa merugikan kesehatan.
Pihak Polhut TNBT juga mengapresiasi tingginya antusiasme warga Desa Suban yang bersedia menjadi mitra aktif untuk menjaga ekosistem hutan. Selain sosialisasi tatap muka, tim gabungan ini juga melakukan patroli bersama di sejumlah area yang dinilai rawan, sekaligus untuk memetakan sumber-sumber air yang bisa dimanfaatkan sewaktu-waktu jika terjadi kondisi darurat.
Melalui penguatan sinergitas ini, masyarakat Desa Suban sepakat untuk saling mengawasi, saling mengingatkan, dan segera melaporkan kepada pihak kepolisian atau posko Polhut terdekat jika melihat adanya kepulan asap maupun aktivitas pembakaran lahan yang mencurigakan.
Baca juga: Investor Pasal Modal Kian Tumbuh, BEI Ekspansi Enam Galeri Investasi Baru di Bangka Belitung
Kerja sama yang solid ini dapat diharapkan mampu untuk menjaga Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah tetap bersih dari kepungan kabut asap, sekaligus untuk memastikan kelestarian flora dan fauna endemik yang berada di dalam kawasan Taman Nasional Bukit Tigapuluh tetap terjaga untuk generasi masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Tribratanews.jambi.polri.go.id