Jumat, 26 DESEMBER 2025 • 23:41 WIB

Musim Penghujan, BPBD Sebut Empat Kecamatan di Tanjab Barat Rawan Banjir

Author

Musim Penghujan, BPBD Sebut Empat Kecamatan di Tanjab Barat Rawan Banjir (Dok. Istimewah)

JAMBI — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan masih kerap terjadi di Kabupaten Tanjung Jabung Barat hingga bulan Desember, bahkan berpotensi berlanjut sampai Januari mendatang. Menyikapi hal tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanjab Barat mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama warga yang tinggal di bantaran sungai serta para nelayan yang melaut. BPBD juga memetakan sedikitnya empat kecamatan yang dinilai rawan banjir.

Bencana banjir memang kerap terjadi di wilayah Tanjab Barat, khususnya di beberapa kecamatan yang berada di wilayah ulu. Kondisi ini diperparah dengan masih banyaknya masyarakat yang bermukim di sekitar bantaran anak sungai, sehingga berisiko terdampak saat debit air meningkat.

Baca juga: Kasus Suap Ketok Palu RAPBD, Sulianti Divonis 2 Tahun Penjara

Selain itu, intensitas hujan yang masih tinggi hingga Desember dan berpotensi berlanjut ke Januari membuat risiko bencana semakin meningkat. Kepala BPBD Tanjab Barat, Zulfikri, mengatakan masyarakat perlu memahami kondisi cuaca tersebut dan tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana.

“Informasi dari BMKG menyebutkan hujan masih berpotensi terjadi hingga Januari. Karena itu, kami mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai, agar selalu waspada,” ujar Zulfikri. Jum'at, (26/12/2025).

Baca juga: 5.303 Pelajar Se-Provinsi Jambi Terima Bantuan Dumisake Pendidikan Tahun 2025

Ia juga mengingatkan para nelayan agar lebih berhati-hati saat melaut. Nelayan diminta untuk melengkapi diri dengan alat pelindung diri, terutama pelampung, demi keselamatan saat menghadapi cuaca buruk dan gelombang tinggi.

“Keselamatan ketika melaut sangat bergantung pada kesiapan diri masing-masing nelayan. Kami berharap tidak terjadi lagi kasus nelayan tenggelam akibat hempasan ombak tinggi,” tambahnya.

Zulfikri menegaskan, BPBD Tanjab Barat bersama instansi terkait tetap siaga dengan menyiapkan personel apabila terjadi bencana alam seperti banjir, longsor, maupun angin puting beliung di wilayah tersebut.

Baca juga: Program Makan Bergizi Gratis Mulai Diraskan Sejumlah Sekolah di Kecamatan Gunung Kerinci

Lebih lanjut, Zulfikri menyampaikan bahwa wilayah ulu Tanjab Barat masih berpotensi rawan banjir. Empat kecamatan yang dipetakan rawan banjir antara lain Kecamatan Muara Papalik, Batang Asam, Renah Mendaluh, dan Merlung. Banjir di wilayah tersebut umumnya disebabkan oleh luapan air sungai.

Selain banjir, BPBD juga mencatat adanya wilayah yang rawan longsor, yakni Kecamatan Senyerang dan Pengabuan. Masyarakat di daerah tersebut diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat curah hujan tinggi dan berlangsung dalam waktu lama.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author

Rudiansyah

ZCreators
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU