Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 26 DESEMBER 2025 • 23:36 WIB

Puluhan Desa di Kota Sungai Penuh Rawan Banjir dan Longsor, Pemkot Keluarkan Peringatan Dini

Puluhan Desa di Kota Sungai Penuh Rawan Banjir dan Longsor, Pemkot Keluarkan Peringatan DiniPuluhan Desa di Kota Sungai Penuh Rawan Banjir dan Longsor, Pemkot Keluarkan Peringatan Dini (Dok. Istimewah)

JAMBI — Memasuki musim hujan serta meningkatnya kewaspadaan terhadap kiriman air dari wilayah hulu sungai, Pemerintah Kota Sungai Penuh menetapkan status siaga bencana. Peringatan dini ini dikeluarkan mengingat puluhan desa di delapan kecamatan masuk dalam kategori rawan banjir dan longsor.

Secara geografis, sebagian besar wilayah Kota Sungai Penuh berada di kawasan bantaran Sungai Batang Merao, Sungai Batang Bungkal, dan Sungai Batang Terung. Kondisi tersebut menjadi ancaman serius setiap musim hujan, terutama ketika intensitas curah hujan meningkat dalam waktu yang cukup lama.

Baca juga: 5.303 Pelajar Se-Provinsi Jambi Terima Bantuan Dumisake Pendidikan Tahun 2025

Dari delapan kecamatan yang ada, empat di antaranya yakni Kecamatan Pondok Tinggi, Sungai Bungkal, Koto Baru, Hamparan Rawang, serta Tanah Kampung dilintasi langsung oleh aliran sungai. Wilayah-wilayah tersebut juga memiliki kontur tanah yang rawan longsor sehingga masuk dalam kategori daerah dengan risiko banjir tertinggi di Kota Sungai Penuh.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Sungai Penuh, Gustiarman, mengatakan bahwa potensi bencana banjir, angin kencang, dan longsor pada tahun ini diperkirakan tidak terlalu berbahaya dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, masyarakat tetap diminta untuk meningkatkan kewaspadaan.

Baca juga: Program Makan Bergizi Gratis Mulai Diraskan Sejumlah Sekolah di Kecamatan Gunung Kerinci

“Walaupun ancaman tahun ini tidak separah tahun lalu, kami tetap mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap kemungkinan terjadinya banjir, angin kencang, maupun longsor,” ujar Gustiarman. Jum'at, (26/12/2025).

Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kota Sungai Penuh secara resmi menetapkan status kesiapsiagaan hidrometeorologi. Penetapan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan seluruh pihak serta memberikan peringatan dini status siaga bencana kepada masyarakat.

Baca juga: Polres Tanjab Barat Amankan Sabu Lebih dari Setengah Kilogram, Satu Pengedar Dibekuk

Dalam menghadapi potensi bencana, BPBD Kota Sungai Penuh tidak hanya menyiapkan logistik makanan dan peralatan pendukung, tetapi juga telah menerjunkan puluhan personel yang siaga selama 24 jam. Personel tersebut disiagakan di sejumlah titik yang dinilai rawan banjir dan longsor.

“Kami sudah menyiapkan personel dan peralatan yang dibutuhkan. Petugas siaga 24 jam untuk membantu masyarakat apabila terjadi kondisi darurat,” tambah Gustiarman.

Pemerintah Kota Sungai Penuh berharap, dengan adanya peringatan dini dan kesiapsiagaan ini, dampak bencana dapat diminimalisir serta keselamatan masyarakat dapat lebih terjamin selama musim hujan berlangsung.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Puluhan Desa di Kota Sungai Penuh Rawan Banjir dan Longsor, Pemkot Keluarkan Peringatan Dini

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!