Kamis, 25 DESEMBER 2025 • 19:27 WIB

Tujuh Murid Perguruan Silat di Jambi Diduga Menjadi Korban Dugaan Kekerasan Seksual, Satu Korban Hamil

Author

Tujuh Murid Perguruan Silat di Jambi Diduga Menjadi Korban Dugaan Kekerasan Seksual, Satu Korban Hamil (Dok. Istimewah)

JAMBI — Kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak mencuat di Kota Jambi. Sebanyak tujuh murid dari sebuah perguruan silat Delapan Penjuru Mata Angin di Kecamatan Danau Teluk diduga menjadi korban perbuatan menyimpang yang dilakukan oleh seorang oknum pelatih bersama 3 orang oknum senior di perguruan tersebut. Dari jumlah tersebut, satu korban diketahui dalam kondisi hamil.

Perkara ini terungkap pada November 2025 setelah adanya informasi mengenai salah satu murid yang mengalami kehamilan. Mengetahui hal tersebut, pihak keluarga kemudian melaporkan dugaan kejadian itu ke Polresta Jambi untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Salah satu orang tua korban berinisial Y mengaku baru mengetahui peristiwa yang dialami anaknya setelah menerima informasi terkait kondisi korban lainnya. Ia menyebut, selama ini anaknya mengikuti latihan silat seperti biasa tanpa menunjukkan tanda-tanda mencurigakan.

Baca juga: Imigrasi Kuala Tungkal Gagalkan Upaya WNA Ajukan Paspor dengan Identitas WNI

“Kami sangat terpukul. Anak kami baru berani bercerita setelah mengetahui ada korban lain yang mengalami hal serupa,” ujar Y. Senin, (22/12/2025).

Salah satu korban yang kini tengah mengandung juga memberikan keterangan kepada pihak berwenang. Ia menyampaikan bahwa dugaan perbuatan tersebut tidak hanya dialaminya sendiri, melainkan juga oleh beberapa murid lain di perguruan silat tersebut.

“Total ada tujuh orang yang menjadi korban. Bentuk kejadian yang dialami berbeda-beda,” kata korban yang menggunakan nama samaran Bunga.

Baca juga: Pemkot Jambi Sosialisasikan Pembangunan Jaringan Gas Rumah Tangga di Alam Barajo dan Kotabaru

Korban menjelaskan, peristiwa tersebut berawal dari arahan pelatih silat bernama Husni yang menyampaikan adanya latihan khusus sebagai bagian dari peningkatan kemampuan. Arahan tersebut disampaikan dalam rangka kegiatan latihan Olah Pernafasan.

Namun dalam pelaksanaannya, korban mengaku mengalami perlakuan yang tidak sesuai dengan tujuan latihan. Ia menyebut, pada saat latihan tertentu, dirinya diarahkan ke lokasi terpisah dari murid lain.

Baca juga: Evakuasi Cincin Titanium di Jari Warga Berlangsung Aman oleh Damkartan Kota Jambi

“Setelah kejadian itu, saya permisi untuk ke toilet. Saat di toilet dan buang air kecil ternyata ada cairan seperti jelly. Beberapa waktu kemudian barulah diketahui saya dalam keadaan hamil,” tuturnya.

Sementara itu, Kasi Humas Polresta Jambi IPDA Deddy membenarkan bahwa dua orang terduga pelaku berinisial HN dan HR telah diamankan oleh pihak kepolisian. 

“Saat ini penyidik masih melakukan pendalaman dan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap fakta-fakta dalam kasus tersebut,” kata IPDA Deddy.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author

Rudiansyah

ZCreators
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU