JAMBI — Provinsi Jambi mencatat inflasi year on year (y-on-y) sebesar 3,55 persen pada November 2025. Berdasarkan hasil pemantauan Badan Pusat Statistik (BPS) di tiga kabupaten dan kota, inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Kerinci yang mencapai 5,66 persen, sementara inflasi terendah tercatat di Kota Jambi sebesar 2,81 persen.
Kenaikan inflasi y-on-y tersebut terutama didorong oleh meningkatnya indeks pada delapan kelompok pengeluaran. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar dengan kenaikan 6,74 persen, disusul kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 8,80 persen, serta kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran yang naik 3,60 persen.
Baca juga: Jelang Akhir Tahun, Diskoperindag Tanjab Barat Pastikan Pasokan Gas LPG 3 Kg Aman
Statistisi Ahli Madya BPS, Susiawati Kristiarini, menjelaskan sejumlah komoditas memberikan andil besar terhadap inflasi y-on-y di Provinsi Jambi. Komoditas tersebut antara lain cabai merah, emas perhiasan, ikan serai, beras, sigaret kretek mesin (SKM), daging ayam ras, kue kering berminyak, ikan tongkol, cabai hijau, serta komoditas jasa seperti pemeliharaan atau servis.
“Komoditas pangan dan beberapa barang nonpangan masih menjadi penyumbang utama inflasi year on year, terutama cabai merah dan emas perhiasan,” ujar Susiawati Kristiarini. Kamis, (18/12/2025).
Baca juga: BMKG Imbau Waspada Cuaca Ekstrem di Jambi Selama Sepekan ke Depan
Sementara itu, untuk inflasi month to month (m-to-m), komoditas seperti nasi dengan lauk, emas perhiasan, SKM, bawang merah, cabai rawit, bayam, telur ayam ras, hingga upah asisten rumah tangga tercatat memberikan sumbangan signifikan terhadap kenaikan harga pada November 2025.
BPS mencatat inflasi m-to-m Provinsi Jambi pada November 2025 sebesar 0,05 persen, sedangkan inflasi year to date (y-to-d) mencapai 3,07 persen. Dua daerah mengalami deflasi secara bulanan, yakni Kabupaten Kerinci sebesar minus 0,85 persen dan Muara Bungo minus 0,06 persen, sementara Kota Jambi justru mencatat inflasi m-to-m sebesar 0,34 persen.
Susiawati menyampaikan bahwa secara umum kondisi inflasi, khususnya di Kota Jambi, masih berada dalam kategori aman meskipun nilainya relatif mendekati batas atas sasaran inflasi. Untuk tahun berjalan, target inflasi yang ditetapkan berada pada kisaran 2,5 persen plus minus 1 persen.
“Kota Jambi masih memiliki peluang untuk memenuhi target inflasi tahun ini, namun kondisi di Kerinci perlu mendapat perhatian lebih karena angkanya sudah cukup jauh di atas batas yang dianjurkan,” katanya.
Baca juga: KONI Provinsi Jambi Tunda Porprov ke 2027 Akibat Efisiensi dan Defisit Anggaran
Meski beberapa komoditas seperti beras mulai menunjukkan penurunan harga pada November, pemerintah daerah tetap mewaspadai potensi tekanan harga, terutama cabai dan sayur-sayuran. Ketergantungan Jambi terhadap pasokan dari luar daerah, serta potensi gangguan distribusi akibat bencana di Sumatra Barat dan Sumatra Utara, dinilai dapat memengaruhi harga menjelang periode Natal dan Tahun Baru.
Otoritas daerah menegaskan perlunya langkah cepat dan kerja keras dalam menjaga stabilitas harga pada Desember 2025 yang menjadi penentu capaian inflasi akhir tahun. Upaya pengendalian harga komoditas pangan strategis akan menjadi fokus utama agar inflasi year on year Provinsi Jambi dapat dijaga di kisaran 3,5 persen sesuai target.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan