JAMBI – Kemacetan di kawasan Pasar Talang Banjar, Kota Jambi, terus terjadi setiap hari. Upaya penertiban pedagang kaki lima (PKL) yang dilakukan pemerintah kota dinilai belum berjalan efektif, sementara kondisi pasar yang semakin memprihatinkan membuat banyak pedagang enggan berjualan di dalam gedung.
Salah seorang pedagang di dalam gedung pasar, Anas menilai bahwa penataan pasar saat ini kurang strategis dan tidak mendukung aktivitas jual beli.
“Bangunan pasar yang bertingkat membuat pembeli malas naik ke lantai atas. Akibatnya, pedagang di dalam gedung jadi sepi pembeli,” ujarnya, Senin (10/11/2025).
Baca juga: Kemacetan di Pasar Talang Banjar, Satpol PP Jambi Akan Tertibkan PKL Liar Kembali
Pantauan di lapangan menunjukkan, hingga kini banyak pedagang masih memanfaatkan bahu jalan di sekitar Pasar Talang Banjar untuk berjualan. Kondisi ini menyebabkan arus lalu lintas tersendat parah, terutama pada pagi dan sore hari saat aktivitas warga meningkat.
Situasi semakin rumit karena di sekitar kawasan pasar juga sedang berlangsung proyek pembangunan drainase. Pekerjaan tersebut membuat jalan makin sempit dan kendaraan harus bergantian melintas, sehingga antrean panjang kendaraan tidak dapat dihindari.
Baca juga: Hari Sumpah Pemuda ke-97, Momentum Tingkatkan Semangat Toleransi di Kota Jambi
Di sisi lain, bagian dalam gedung pasar terlihat sepi dan sebagian besar lapak kosong. Banyak pedagang memilih meninggalkan tempat resmi mereka karena minimnya pengunjung dan kondisi pasar yang tidak terawat.
Pedagang lain, Ani, mengaku kecewa dengan fasilitas pasar yang dianggap tidak layak.
“Banyak lampu yang mati, atap bocor, dan petugas kebersihan jarang datang. Pasar jadi kotor dan bau, pembeli pun enggan masuk. Makanya banyak pedagang yang akhirnya keluar ke pinggir jalan karena di situ dagangan lebih cepat laku,” ungkapnya.
Baca juga: Polsek Kota Baru Tangkap DPO Kasus Pencurian Pinang dan Curanmor
Masyarakat menilai bahwa persoalan di Pasar Talang Banjar tidak hanya soal ketegasan aparat dalam menertibkan PKL, tetapi juga tentang kenyamanan dan kelayakan fasilitas pasar yang disediakan pemerintah. Tanpa perbaikan menyeluruh, para pedagang kemungkinan akan terus kembali ke pinggir jalan.
Penataan ulang pasar tradisional yang lebih tertib, nyaman, dan layak menjadi pekerjaan besar bagi Pemerintah Kota Jambi. Warga berharap pemerintah tidak hanya menertibkan pedagang, tetapi juga memperbaiki sarana dan prasarana agar aktivitas perdagangan berjalan sehat dan tidak lagi menimbulkan kemacetan setiap hari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan