JAMBI — Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat memastikan pembangunan Sekolah Rakyat akan terealisasi di daerah tersebut. Namun, hingga saat ini, prosesnya masih menunggu tindak lanjut dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI yang menjadi penentu kelanjutan program tersebut.
Plt Kabid Pemberdayaan Sosial dan Restorasi Sosial Dinas Sosial Tanjab Barat, Andre Setiawan, mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan berbagai langkah, termasuk pengajuan resmi kepada pemerintah pusat. Lokasi yang diusulkan untuk pembangunan Sekolah Rakyat berada di Kecamatan Betara, dengan lahan seluas 7,25 hektare yang sudah disiapkan oleh Pemkab Tanjab Barat.
Baca juga: Kesaksian Warga: Korban Perampokan di Talang Bakung Ditemukan Bersimbah Darah
“Lahan sudah ada dan mencapai 7,25 hektare di Kecamatan Betara. Saat ini kita hanya menunggu tim dari Kementerian Pekerjaan Umum untuk melakukan survei kelayakan lahan. Jadi, prosesnya masih berjalan,” jelas Andre Setiawan, Kamis, (02/10/2025).
Ia menambahkan, Pemkab Tanjab Barat bersama Bupati dan sejumlah kepala OPD sudah melakukan audiensi langsung ke Kementerian Sosial. Pertemuan tersebut membahas percepatan pembangunan Sekolah Rakyat agar bisa segera diwujudkan di daerah.
Baca juga: Ekspor Jambi Naik 12,76 Persen pada Agustus 2025, Impor Justru Turun 42,43 Persen
“Kita sudah sampaikan usulan dan audiensi ke Kemensos. Pemkab sangat serius dalam mendukung program Sekolah Rakyat ini, karena manfaatnya sangat besar bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu,” ujarnya.
Andre juga mengungkapkan optimismenya bahwa Sekolah Rakyat di Tanjab Barat akan segera teralisasi. Menurutnya, kehadiran sekolah berasrama yang melayani pendidikan dasar hingga menengah atas itu akan memberikan kesempatan yang sama bagi anak-anak tidak mampu untuk mendapatkan pendidikan berkualitas.
Baca juga: Timbunan Sampah Meningkat, Pemkot Jambi Bentuk Tim Penanganan di Kecamatan
“Program ini tentu akan berdampak jangka panjang. Anak-anak dari keluarga prasejahtera akan mendapat kesempatan yang sama, tidak ada lagi hambatan karena faktor ekonomi,” tambah Andre.
Sekolah Rakyat sendiri merupakan program pemerintah pusat yang mengadopsi sistem pendidikan berasrama. Sekolah ini akan melayani tiga jenjang sekaligus, yakni SD, SMP, hingga SMA. Program tersebut ditujukan khusus bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu, dengan tujuan mengurangi kesenjangan pendidikan di daerah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan