Sabtu, 27 SEPTEMBER 2025 • 18:32 WIB

Total Lahan Terbakar di Tanjab Barat Capai 75 Hektare

Author

Total Lahan Terbakar di Tanjab Barat Capai 75 Hektare (Dok. Istimewah)

JAMBI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanjung Jabung Barat mencatat total luas lahan terbakar sepanjang tahun 2025 mencapai 75 hektare. Meski saat ini wilayah tersebut sudah memasuki musim penghujan, status siaga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tetap diberlakukan.

Hingga akhir September, tidak ada kasus karhutla baru yang tercatat. Namun, BPBD memastikan personel tetap siaga apabila terjadi kebakaran sewaktu-waktu. Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Sarana Prasarana BPBD Tanjung Jabung Barat, M. Isya, mengatakan bahwa puluhan personel Tim Reaksi Cepat (TRC) sudah ditarik dari posko-posko rawan sejak Agustus lalu.

Baca juga: Temenggung SAD Ajak Warga Jaga Kondusivitas Pascaperselisihan dengan PT SAL

“Penarikan personel dilakukan karena berdasarkan informasi dari BMKG, wilayah Tanjung Jabung Barat sudah mulai memasuki musim hujan yang diperkirakan berlangsung hingga April 2026,” ujar M. Isya, Sabtu, (27/09/2025).

Meski personel TRC sudah ditarik, status siaga karhutla tetap berlaku sebagai langkah antisipasi. Selama tahun 2025, karhutla tercatat tersebar di beberapa titik, dengan mayoritas terjadi di lahan semi gambut yang cukup rentan terbakar dalam musim kemarau.

Baca juga: Depati Parbo, Pejuang Kerinci yang Namanya Diabadikan di Jambi

“Total luas lahan terbakar mencapai 75 hektare, dan kebakaran terbesar terjadi di Desa Terentang, Kecamatan Betara, yang menghanguskan sekitar 26 hektare,” tambahnya.

BPBD memastikan bahwa dalam setiap kejadian kebakaran, tim gabungan dari berbagai instansi langsung diterjunkan ke lokasi untuk penanganan cepat. Kolaborasi dilakukan dengan TNI, Polri, serta Regu Pemadam Kebakaran (RPK) dari perusahaan-perusahaan di sekitar wilayah terdampak.

Baca juga: Sidang Kasus Rafina Salsabila, Eks Pegawai Bank Jambi Diduga Bobol 27 Rekening Nasabah

“Setiap kali ada titik api, personel kami langsung berkoordinasi dengan semua unsur terkait. Penanganan karhutla ini bukan hanya tugas BPBD, tapi kerja sama semua stakeholder,” jelas Isya.

Dengan masuknya musim penghujan, diharapkan potensi kebakaran menurun drastis. Namun demikian, masyarakat tetap diminta waspada dan tidak membuka lahan dengan cara dibakar. BPBD juga terus melakukan sosialisasi dan patroli di wilayah-wilayah yang dinilai masih rawan karhutla.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author

Rudiansyah

ZCreators
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU