JAMBI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tebo mengaku kewalahan dalam menjalankan program Dokter Masuk Dusun (DMD). Program unggulan Bupati Agus Rubiyanto dan Wakil Bupati Nazar Efendi ini bertujuan memberikan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat di pelosok desa.
Keterbatasan tenaga kesehatan, khususnya dokter, menjadi kendala utama dalam pelaksanaan program tersebut. Bahkan, permintaan layanan turun ke dusun sekali dalam sebulan terkadang sulit dipenuhi karena jumlah tenaga yang ada tidak sebanding dengan kebutuhan lapangan.
Baca juga: Jurnalis Gelar Aksi 1.000 Lilin, Protes Matinya Kebebasan Pers di Jambi
Kepala Dinas Kesehatan Tebo, dr. Riana Elizabeth, mengungkapkan bahwa untuk mengatasi kendala tersebut pihaknya menggandeng Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Tebo. Menurutnya, langkah ini diambil agar program tetap berjalan sesuai target.
“Selama ini tidak semua dokter terlibat. Ke depan, kami akan melibatkan IDI Tebo secara penuh agar tenaga dokter bisa diperbanyak. Ini penting supaya program Dokter Masuk Dusun bisa berjalan maksimal,” jelas Riana, Senin, (22/09/2025).
Baca juga: Peredaran Uang Palsu Resahkan Pedagang Kecil di Kota Jambi
Ia menambahkan, dengan melibatkan IDI, maka dokter-dokter yang sebelumnya tidak ikut serta bisa diturunkan langsung ke lapangan. Harapannya, pelayanan kesehatan kepada masyarakat di desa terpencil tidak lagi mengalami hambatan.
“Kami ingin memastikan setiap dusun tetap mendapat layanan kesehatan meski jumlah tenaga medis terbatas,” tambahnya.
Menurut data Dinkes Tebo, rata-rata dalam satu bulan tim medis bisa turun ke sekitar 240 dusun dengan sasaran pelayanan kepada 10 ribu jiwa. Jumlah tersebut dianggap cukup besar dan membutuhkan sumber daya manusia yang memadai.
Pemerintah Kabupaten Tebo sendiri telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 3,5 miliar untuk mendukung kelancaran program ini. Dana tersebut dipastikan digunakan untuk kebutuhan operasional tenaga medis, obat-obatan, hingga transportasi ke dusun terpencil.
“Dengan dukungan anggaran dari pemerintah daerah, kami berharap program ini bisa terus berjalan dan masyarakat di pelosok tetap merasakan layanan kesehatan yang layak,” kata Riana.
Ke depan, Dinkes Tebo bersama IDI berkomitmen memperkuat sinergi agar pelayanan kesehatan dasar tidak hanya merata, tetapi juga semakin berkualitas. Program DMD diharapkan dapat menjadi solusi nyata dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Tebo.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan