Remaja Tenggelam di Pelabuhan Pelindo Sungai Pengabuan Ditemukan Meninggal Dunia (Dok. Istimewah)
JAMBI – Seorang remaja bernama Muhammad Ikbal (19) dilaporkan tenggelam saat berenang bersama tiga rekannya di Pelabuhan Pelindo Sungai Pengabuan, Kecamatan Tungkal III, Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Korban akhirnya ditemukan Tim SAR Gabungan dalam kondisi meninggal dunia.
Informasi awal disampaikan oleh Saidah, ibu korban, yang melaporkan kejadian ke Unit Siaga SAR (USS) Tungkal sekitar pukul 17.30 WIB. Berdasarkan keterangan saksi, korban berenang bersama tiga rekannya sejak pukul 15.40 WIB. Sekitar pukul 16.30 WIB, korban diduga terseret arus kuat dan tenggelam di sekitar area pelabuhan.
Baca juga: Peredaran Uang Palsu Resahkan Pedagang Kecil di Kota Jambi
Menindaklanjuti laporan tersebut, USS Tungkal langsung menerjunkan satu regu rescuer berjumlah tujuh orang ke lokasi kejadian. Tim berangkat menggunakan Rescue Car dan RIB 01 dengan membawa perlengkapan SAR air, komunikasi, navigasi, serta alat pendukung lainnya.
Kepala Unit Siaga SAR Tungkal, M. Mujahid, mengatakan pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan orang hilang di perairan. “Begitu ada laporan, tim langsung meluncur ke lokasi dan berkoordinasi dengan unsur terkait. Penyisiran dilakukan di sekitar pelabuhan dengan dukungan dari TNI AL, BPBD, PMI, dan masyarakat,” jelas Mujahid, Sabtu, (20/09/2025).
Sekitar pukul 17.00 WIB, tim SAR gabungan berhasil menemukan korban tidak jauh dari lokasi awal tenggelam. Sayangnya, Muhammad Ikbal ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia. Jenazah kemudian dievakuasi ke daratan sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
“Korban berhasil ditemukan sekitar 30 menit setelah pencarian dilakukan. Namun kondisinya sudah tidak bernyawa. Setelah dievakuasi, korban langsung dibawa ke rumah duka,” tambah Mujahid.
Baca juga: Bea Cukai Jambi Musnahkan Barang Ilegal Senilai Rp 1,9 Miliar
Usai penyerahan jenazah, sekitar pukul 18.30 WIB, Tim SAR Gabungan menggelar briefing penutupan operasi. Seluruh personel kemudian kembali ke kesatuan masing-masing setelah operasi dinyatakan selesai.
Mujahid juga mengimbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati saat beraktivitas di perairan, terlebih di kawasan pelabuhan yang memiliki arus cukup deras. “Kami berharap masyarakat lebih waspada. Aktivitas berenang di area pelabuhan sangat berisiko, terutama bagi remaja. Keselamatan harus jadi prioritas,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan