JAMBI – Aksi demonstrasi besar-besaran di Gedung DPRD Provinsi Jambi pada Jumat (29/8/2025) siang berakhir ricuh. Aksi yang awalnya berlangsung damai berubah menjadi mencekam setelah massa mulai melakukan perusakan fasilitas gedung dewan.
Demo tersebut dipicu oleh dua isu utama, yakni penolakan kenaikan gaji anggota DPR serta buntut tewasnya seorang pengemudi ojek online di Jakarta.
Baca juga: Harga TBS Kelapa Sawit di Batanghari Tembus Rp 3.639 per Kilogram
Massa yang semula hanya berorasi di depan gedung DPRD kemudian merangsek ke pagar utama. Pagar depan jebol, kaca-kaca pecah, hingga pintu gedung berhasil didobrak. Begitu masuk ke ruang sidang, massa melampiaskan amarah dengan merusak kursi, meja, hingga peralatan elektronik. Suasana Kota Jambi pun mencekam hingga Sabtu dini hari.
Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H. Siregar menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak akan tinggal diam dan siap menindak tegas siapa pun yang terbukti melakukan tindakan anarkis.
Baca juga: Tiga Kendaraan Terbakar Dalam Aksi Massa di Kantor Kejaksaan Tinggi Jambi
“Kebebasan berpendapat tetap dijamin. Namun, aksi anarkis justru merugikan masyarakat luas,” tegas Kapolda. Senin, (01/09/2025).
Sementara itu, pemerintah daerah dan sejumlah tokoh masyarakat Jambi menyerukan agar aspirasi tetap disampaikan secara damai, tanpa merusak fasilitas publik yang dibangun dari uang rakyat.
Baca juga: Ricuh! Demo di DPRD Jambi Berujung Bentrok, Mobil Terbakar dan Sejumlah Orang Terluka
Hingga kini, polisi masih berjaga ketat di kawasan DPRD Jambi dan perkantoran Telanaipura. Garis polisi dipasang di sejumlah fasilitas yang rusak. Aparat juga tengah mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga sebagai provokator dalam kericuhan tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan