Senin, 25 AGUSTUS 2025 • 22:14 WIB

Harga Sayuran Merangkak Naik di Pasar Tanjung Bungur Akibat Kemarau

Author

Harga Sayuran Merangkak Naik di Pasar Tanjung Bungur Akibat Kemarau ((Dok. Istimewa))

JAMBI - Musim kemarau yang melanda wilayah Tebo dalam beberapa minggu terakhir mulai berdampak pada kenaikan harga sejumlah komoditas, khususnya sayuran. Fenomena ini terlihat jelas di Pasar Tanjung Bungur, di mana beberapa jenis sayuran mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan.

Para pedagang menyebut, kenaikan harga tidak disebabkan oleh meningkatnya permintaan atau daya beli masyarakat, melainkan karena dampak langsung dari cuaca panas yang berkepanjangan. Kondisi ini membuat pasokan sayuran menjadi terbatas karena hasil panen berkurang.

Baca juga: Warga Kenali Kota Jambi Resah Isu Zona Merah, Ribuan Sertifikat Terancam

“Kenaikannya bukan karena ramai pembeli, tapi karena cuaca panas. Jadi banyak barang dari petani itu tidak sebanyak biasanya,” ujar Nur, salah satu pedagang di Pasar Tanjung Bungur, Senin (25/08/2025).

Nur merinci beberapa komoditas yang mengalami kenaikan, di antaranya kol yang semula dijual Rp7.000 per kilogram kini menjadi Rp10.000 per kilogram. Wortel yang biasanya Rp5.000 kini naik menjadi Rp8.000 per kilogram. Sementara cabai rawit naik dari Rp30.000 menjadi Rp35.000 per kilogram.

Baca juga: Pemuda Di Tebo Sebar Foto Bugil dan Video Intim Mantan Kekasih Karena Tak Terima Diputuskan

“Yang naik itu sayur-sayuran seperti kol, wortel, dan cabai rawit. Mungkin karena cuaca, barang susah masuk, jadi otomatis harga naik,” jelas Nur.

Meski sejumlah harga sayur merangkak naik, Nur menyebut ada juga beberapa komoditas yang justru mengalami penurunan harga. Salah satunya adalah bawang putih, yang sebelumnya dijual Rp45.000 per kilogram, kini turun menjadi Rp35.000 per kilogram.

Baca juga: Pemuda Di Tebo Sebar Foto Bugil dan Video Intim Mantan Kekasih Karena Tak Terima Diputuskan

Sebagian besar pasokan sayuran di Pasar Tanjung Bungur diketahui didatangkan dari luar daerah. Beberapa komoditas berasal dari provinsi tetangga seperti Sumatera Barat, dan juga dari Kabupaten Kerinci, yang dikenal sebagai sentra produksi sayur di wilayah Jambi.

Para pedagang berharap agar kondisi cuaca segera membaik sehingga pasokan bisa kembali normal dan harga-harga sayuran kembali stabil. “Kalau cuaca bagus, hasil panen banyak, harga juga pasti turun lagi,” tutup Nur.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author

Rudiansyah

ZCreators
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU