BMKG Jambi Paparkan Prakiraan Cuaca Awal Agustus 2025: Masih Musim Kemarau, Namun Potensi Hujan Tetap Ada
JAMBI - Memasuki awal bulan Agustus 2025, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Kelas 1 Sultan Thaha Jambi menginformasikan bahwa wilayah Provinsi Jambi secara umum masih berada dalam musim kemarau. Namun, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi, khususnya pada sore hingga malam hari.
Prakirawan Cuaca BMKG Stasiun Kelas 1 Sultan Thaha Jambi, Jaya Martua Sinaga, menyebut bahwa potensi hujan masih akan terjadi di sebagian besar wilayah, terutama Jambi bagian barat.
“Memasuki awal bulan Agustus ini, cuaca masih berada dalam musim kemarau. Namun, pada enam hari ke depan, masih ada potensi hujan, terutama di wilayah Jambi bagian barat,” ujar Jaya Martua Sinaga, Jum'at, (01/08/2025).
Menurutnya, pada tanggal 1 Agustus intensitas hujan mulai menurun. Namun, potensi hujan diperkirakan akan kembali merata dari tanggal 2 hingga 4 Agustus, yang terjadi pada sore hingga malam hari.
“Untuk tanggal 2 sampai 4 Agustus, prakiraan cuaca menunjukkan hampir seluruh wilayah Jambi masih berpotensi hujan pada sore dan malam hari. Sementara itu, pada tanggal 5 cuaca akan cerah berawan, dan tanggal 6 kembali berpotensi hujan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Jaya menjelaskan bahwa secara umum kondisi cuaca di Provinsi Jambi beberapa hari ke depan akan cenderung berawan, namun tetap ada peluang hujan di beberapa wilayah, terutama saat menjelang malam.
Baca juga: Krisis Air Bersih, TNI Bangun Sumur Bor untuk Warga Pesisir di Tanjab Barat
BMKG juga memprediksi bahwa sepanjang bulan Agustus masih masuk dalam periode musim kemarau. Namun, pada bulan September mendatang, akan mulai terjadi peralihan menuju musim penghujan.
“Prakiraan cuaca untuk Agustus ini masih menunjukkan karakteristik musim kemarau. Tapi, memasuki bulan September, sudah akan terjadi peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan,” tambah Jaya.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi hujan lokal yang bisa terjadi tiba-tiba, terutama di daerah rawan longsor dan banjir.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan