JAMBI – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi mencatat perekonomian daerah ini tumbuh sebesar 4,77 persen (year-on-year) pada triwulan III tahun 2025 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini menunjukkan adanya penguatan aktivitas ekonomi di berbagai sektor, dengan kontribusi tertinggi berasal dari lapangan usaha informasi dan komunikasi yang tumbuh hingga 9,00 persen.
Kepala BPS Provinsi Jambi, Agus Sudibyo, mengatakan bahwa dari sisi pengeluaran, ekspor barang dan jasa menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi daerah dengan kenaikan mencapai 7,24 persen. Secara keseluruhan, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jambi atas dasar harga berlaku tercatat sebesar Rp89,35 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp47,35 triliun.
Baca juga: Musim Panas Masih Melanda Tebo, Puluhan Hotspot Kembali Muncul
“Dari sisi pengeluaran, ekspor barang dan jasa menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi Jambi dengan capaian sebesar 7,24 persen. Ini menunjukkan aktivitas ekspor masih menjadi motor penggerak utama perekonomian daerah,” ujar Kepala BPS Provinsi Jambi, Agus Sudibyo. Senin (10/11/2025).
Secara triwulanan (quarter to quarter), ekonomi Jambi juga menunjukkan peningkatan sebesar 2,17 persen dibandingkan triwulan sebelumnya. Pertumbuhan tertinggi tercatat pada sektor penyediaan akomodasi dan makan minum yang naik 5,87 persen, diikuti oleh jasa pendidikan, jasa kesehatan dan sosial, serta sektor transportasi dan pergudangan.
Baca juga: Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi, Kapolres Apel Gabungan Personel dan Cek Perlengkapan Siaga
Sementara secara kumulatif hingga triwulan III-2025 (cumulative to cumulative), ekonomi Jambi tumbuh 4,78 persen. Lapangan usaha yang mencatat pertumbuhan tertinggi adalah sektor transportasi dan pergudangan dengan pertumbuhan mencapai 9,82 persen, disusul oleh sektor perdagangan besar dan eceran, informasi dan komunikasi, serta pertanian, kehutanan, dan perikanan.
Agus menjelaskan, dua sektor masih mengalami kontraksi, yaitu sektor konstruksi yang turun 3,14 persen dan sektor administrasi pemerintahan, pertahanan, serta jaminan sosial wajib yang turun 1,64 persen. Meski demikian, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih mendominasi struktur ekonomi daerah dengan kontribusi sebesar 34,93 persen terhadap total PDRB Jambi.
Baca juga: Inflasi Jambi Oktober 2025 Tembus 3,71 Persen, Kerinci Tertinggi di Provinsi
“Dari sisi struktur ekonomi, pertanian, kehutanan, dan perikanan masih memberikan kontribusi terbesar, diikuti oleh sektor perdagangan besar dan eceran, pertambangan dan penggalian, serta industri pengolahan. Keempat sektor ini menyumbang lebih dari 70 persen terhadap perekonomian Jambi,” tambah Agus.
Dari sisi pengeluaran, ekspor barang dan jasa tetap menjadi komponen terbesar dengan kontribusi mencapai 67,05 persen terhadap total PDRB, disusul oleh konsumsi rumah tangga sebesar 39,86 persen, pembentukan modal tetap bruto 20,38 persen, dan pengeluaran pemerintah sebesar 5,90 persen. Secara regional, Jambi menempati posisi kelima pertumbuhan ekonomi tertinggi di Pulau Sumatra dengan capaian 4,77 persen, di bawah Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Lampung, dan Riau.
“Secara keseluruhan, perekonomian Jambi tumbuh positif di triwulan III tahun 2025 dengan kontribusi terbesar masih berasal dari sektor pertanian, perdagangan, dan transportasi. Ke depan, tantangan kita adalah menjaga tren pertumbuhan ini tetap stabil di tengah dinamika ekonomi global,” tutup Agus Sudibyo.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan