Musim Panas Masih Melanda Tebo, Puluhan Hotspot Kembali Muncul (Dok. Istimewah)
JAMBI – Meskipun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jambi memprediksi Kabupaten Tebo akan memasuki musim penghujan pada akhir Oktober hingga akhir tahun 2025, kenyataannya kondisi cuaca panas masih terus terjadi. Bahkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tebo kembali mencatat kemunculan puluhan titik panas atau hotspot di sejumlah wilayah.
Dari data BPBD Tebo, tercatat sebanyak 22 titik hotspot terdeteksi sejak akhir Oktober hingga awal November. Titik panas tersebut tersebar di tiga kecamatan, yakni Tebo Ulu atau 7 Koto, Sumay, dan Muara Tabir. Dalam beberapa hari terakhir, titik panas baru juga ditemukan di wilayah Kecamatan Tebo Tengah.
Baca juga: Polisi Buru Penadah Curanmor, Satu Orang Ditetapkan Sebagai DPO
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Tebo, Hamdani, mengatakan meskipun status siaga kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) telah dicabut, pihaknya tetap melakukan pemantauan rutin terhadap perkembangan cuaca serta potensi kebakaran lahan di wilayah tersebut.
BPBD Tebo juga terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan instansi terkait untuk melakukan langkah-langkah pencegahan dini agar kebakaran tidak kembali meluas.
Baca juga: 161 Personel Polres Tanjab Barat Tanda Tangani Komitmen Tolak Judi Online dan Narkoba
“Masyarakat diminta untuk tetap waspada dan tidak lengah meskipun status siaga karhutla sudah dicabut. Cuaca panas yang masih terjadi bisa memicu kebakaran jika ada aktivitas pembakaran di lahan terbuka,” ujar Hamdani. Senin (10/11/2025).
BPBD mengimbau agar warga tidak melakukan pembakaran lahan maupun aktivitas lain yang berpotensi menimbulkan api, mengingat kondisi cuaca yang belum sepenuhnya stabil dan curah hujan yang masih rendah di sejumlah wilayah Tebo.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan