Harga Cabai di Pasar Induk Angso Duo Terus Merangkak Naik (Dok. Istimewah)
JAMBI – Harga sejumlah komoditas cabai di Pasar Induk Angso Duo Kota Jambi terus mengalami kenaikan yang cukup tinggi. Data ini diperoleh dari Sistem Informasi Harga Sembako Kota Jambi (Siharko) per tanggal 20 September 2025.
Berdasarkan data Siharko, cabai rawit merah kini dijual Rp50 ribu per kilogram, naik sekitar 12 persen dibandingkan harga sebelumnya. Lonjakan harga ini dinilai cukup memberatkan para ibu rumah tangga yang menjadikan cabai sebagai kebutuhan dapur utama.
“Cabai rawit merah sudah naik jadi Rp50 ribu per kilo, sebelumnya masih di kisaran Rp44 ribu. Kenaikan ini 12 persen,” tulis laporan Siharko, Senin, (22/09/2025).
Kenaikan lebih tinggi terjadi pada cabai merah besar. Harga komoditas ini melonjak menjadi Rp65 ribu per kilogram, atau naik hampir 31 persen. Kenaikan tajam ini membuat pedagang dan pembeli sama-sama mengeluhkan kondisi pasar yang semakin mahal.
Sementara itu, cabai merah kecil juga ikut merangkak naik hingga Rp70 ribu per kilogram, dengan kenaikan sekitar 21 persen. Kondisi ini menunjukkan tren inflasi harga cabai hampir merata di semua jenis, kecuali satu komoditas.
“Cabai merah kecil sudah tembus Rp70 ribu per kilo, naik 21 persen. Semua jenis cabai naik, kecuali cabai rawit hijau,” tulis data Siharko.
Baca juga: Kekurangan Dokter, Dinkes Tebo Gandeng IDI untuk Program Dokter Masuk Dusun
Satu-satunya jenis cabai yang masih bertahan stabil adalah cabai rawit hijau, yang tetap berada di harga Rp24 ribu per kilogram. Stabilitas harga cabai rawit hijau sedikit memberi harapan di tengah melonjaknya harga cabai lainnya.
Untuk komoditas bahan pokok lainnya, Siharko melaporkan kondisi masih terpantau stabil dan tidak mengalami gejolak harga yang signifikan. Hal ini menjadi kabar baik di tengah lonjakan harga cabai yang terjadi belakangan ini.
Baca juga: Remaja Tenggelam di Pelabuhan Pelindo Sungai Pengabuan Ditemukan Meninggal Dunia
Situasi ini diharapkan menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih cerdas dalam berbelanja, mengutamakan kebutuhan pokok yang benar-benar diperlukan, serta menyesuaikan anggaran sehari-hari agar tidak terbebani.
“Langkah bijak ini diharapkan dapat membantu rumah tangga tetap kuat menghadapi gejolak harga pangan,” ujar laporan resmi Siharko.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan