JAMBI – Aktivitas bongkar muat kapal barang di Pelabuhan Tanggo Rajo Ulu, Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, masih berjalan namun dengan keterbatasan. Pasca ambruknya bagian ujung pelabuhan beberapa hari lalu, bongkar muat barang tidak bisa lagi menggunakan truk besar dan harus dialihkan menggunakan kendaraan roda tiga seperti motor viar serta gerobak.
Pantauan di lokasi pada Senin (8/9/2025), sejumlah buruh tetap melakukan aktivitas seperti biasa. Namun, pembatasan dilakukan untuk mengurangi beban di dermaga yang masih tersisa. Kendaraan berat, khususnya truk roda enam, dilarang melintas untuk mengangkut barang menuju kapal.
Baca juga: Harga Ayam Potong di Kuala Tungkal Tembus Rp40 Ribu per Kilo, Pedagang Mengeluh Sepinya Pembeli
Ketua Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Tanggo Rajo Ulu, Rustam, membenarkan adanya pembatasan ini. Ia mengatakan kebijakan tersebut diambil demi keselamatan bersama, sekaligus mencegah kerusakan dermaga semakin parah.
“Sejak pelabuhan ambruk tiga hari lalu, bongkar muat kami batasi. Hanya boleh menggunakan motor viar dan gerobak. Kalau truk besar tidak bisa lagi, karena khawatir dermaga tambah runtuh,” ujar Rustam, Senin (8/9/2025).
Rustam menambahkan, keterbatasan ini berdampak pada proses distribusi barang yang menjadi lebih lambat. Beberapa kapal barang bahkan terpaksa dialihkan bersandar di pelabuhan lama Tanggo Rajo Ulu. Namun, kapal baru bisa berlayar menunggu kondisi air pasang dalam.
Baca juga: Kekerasan Seksual pada Anak di Jambi Masih Tergolong Tinggi
“Sekarang sebagian kapal barang sandar di pelabuhan lama. Tapi itu pun harus menunggu air pasang dalam dulu baru bisa berangkat. Jadi otomatis kegiatan bongkar muat agak terhambat,” jelasnya.
Sementara itu, Bhabinkamtibmas Kelurahan Tungkal IV Kota, Aipda Depi Ardianto, menyebutkan lokasi ambruknya pelabuhan berada di wilayah RT 01. Meski ada insiden tersebut, situasi di sekitar pelabuhan masih aman dan kondusif. Nahkoda kapal pun memahami kondisi yang terjadi sehingga tidak terjadi kericuhan di lapangan.
Baca juga: Korban Pembobolan Bengkel di Jambi Resmi Buat Laporan Polisi, Sempat Jadi Korban Penusukan
“Alhamdulillah kondisi tetap aman. Para nahkoda kapal memahami keadaan ini. Tim ABK dari kapal yang sempat tertimpa runtuhan juga sudah melakukan upaya evakuasi dengan menghancurkan sisi kapal yang terkena material, agar kapal bisa segera ditarik,” ungkap Aipda Depi.
Hingga kini, pihak kepolisian bersama aparat terkait masih memantau aktivitas di kawasan pelabuhan. Pedagang dan buruh berharap ada langkah cepat dari pemerintah daerah untuk memperbaiki pelabuhan, sehingga aktivitas bongkar muat kembali normal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan