JAMBI – Infrastruktur Pelabuhan Roro Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbarat), Jambi, kini mengalami kerusakan serius. Ponton yang menjadi akses utama naik turun penumpang kapal terlihat miring akibat keropos dan kebocoran yang membuat air mudah masuk ke dalam badan ponton. Kondisi ini dikhawatirkan bisa menyebabkan ponton tenggelam jika tidak segera ditangani.
Pantauan di lapangan, kerusakan terlihat jelas pada bagian badan ponton yang sudah berkarat dan keropos. Sejumlah bagian besi mengalami pelapukan, sehingga tidak lagi mampu menahan tekanan air dengan baik. Air dari hujan maupun pasang surut sungai dengan mudah masuk ke dalam, membuat beban ponton tidak seimbang.
Baca juga: Kebakaran Hanguskan 4 Bedeng di Jambi Selatan, Satu Warga Alami Luka Bakar
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tanjabbarat, Syamsul Juhari, membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, kerusakan ponton ini terjadi karena usia pakai yang sudah mencapai sepuluh tahun. Selain itu, selama ini belum ada alokasi anggaran khusus untuk perawatan menyeluruh.
“Memang benar, ponton Pelabuhan Roro Kuala Tungkal mengalami kerusakan karena sudah berusia sepuluh tahun. Tidak ada anggaran khusus untuk perawatan sehingga kondisinya semakin memburuk,” kata Syamsul, Sabtu, (23/08/2025).
Baca juga: Sertijab Kasat Lantas dan Kapolsek Tungkal Ilir, Kapolres Tanjab Barat Tekankan Peningkatan Kinerja
Meski demikian, pihak Dishub tetap melakukan langkah darurat agar fasilitas pelabuhan itu tetap bisa digunakan. Air yang masuk ke dalam ponton terus disedot menggunakan mesin pompa oleh petugas pelabuhan. Selain itu, perbaikan sementara dilakukan dengan cara mengelas bagian yang mengalami kebocoran dan karatan.
“Kami tetap melakukan perbaikan semampunya. Air yang masuk kita buang menggunakan mesin, lalu bagian yang bocor kita las. Jadi untuk sementara ponton masih bisa dipakai oleh penumpang,” jelas Syamsul.
Lebih lanjut, Dishub Tanjabbarat sudah mengajukan anggaran penggantian ponton baru kepada pemerintah daerah. Biaya yang dibutuhkan untuk membangun ponton pengganti diperkirakan mencapai Rp 4 miliar lebih. Namun, hingga tahun ini, usulan tersebut belum disetujui.
Baca juga: Kejari Tanjab Timur Musnahkan Barang Bukti 34 Perkara yang Telah Inkrah
“Kami sudah ajukan anggaran sebesar Rp 4 miliar lebih untuk penggantian ponton. Tapi tahun ini belum disetujui. Harapan kami, tahun depan anggaran itu bisa direalisasikan demi keselamatan dan kenyamanan penumpang,” ungkapnya.
Kondisi ponton yang rusak ini menjadi perhatian serius, mengingat Pelabuhan Roro Kuala Tungkal merupakan salah satu akses penting transportasi laut bagi masyarakat. Jika tidak segera diperbaiki, selain mengganggu aktivitas penumpang, juga berpotensi menimbulkan bahaya keselamatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan