Jembatan Penghubung Tungkal Ilir ke Jambi Amblas, Aktivitas Warga Terganggu (Dok. Istimewa)
JAMBI - Akses jalan utama penghubung Desa Sialang, Kecamatan Tungkal Ilir menuju Kota Jambi mengalami gangguan serius. Jembatan box culvert di ruas Jalan Sialang dilaporkan amblas sedalam 2 meter, membuat kendaraan roda enam ke atas tidak bisa melintas. Warga pun mendesak agar pemerintah segera melakukan perbaikan sebelum terjadi kecelakaan yang lebih fatal.
Jalan ini merupakan salah satu jalur utama bagi kendaraan pengangkut hasil perkebunan dan material proyek dari arah Kuala Tungkal menuju Jambi.
Baca juga: Puluhan Kotak Amal Terafiliasi Gerakan NII di Batanghari Disita Petugas
Namun, sejak jembatan amblas, truk-truk bermuatan berat seperti pengangkut sawit dan tanah timbunan terpaksa harus memutar balik karena tidak bisa melewati lokasi tersebut.
"Sudah tiga hari ini kondisi jembatan makin parah. Banyak truk yang terpaksa putar balik karena takut ambles tambah dalam. Sekarang hanya kendaraan kecil tanpa beban yang bisa lewat," ujar Rian, warga Desa Sialang, Jumat (8/8/2025).
Rian juga menambahkan, meski ada plat besi sementara yang dipasang, kondisinya tidak cukup aman. Ia khawatir jika tidak segera ditangani, akan terjadi kecelakaan, apalagi bagi pengendara yang tidak mengetahui kondisi jalan tersebut.
Baca juga: Polsek Merlung Amankan Pelaku Pencurian 73 Janjang Buah Sawit Milik Perusahaan
Menanggapi laporan warga, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Apri Dasman, menyatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan penanganan darurat untuk memastikan akses jalan bisa kembali digunakan oleh masyarakat.
"Kami akan pasang plat besi tambahan untuk menstabilkan bagian yang amblas, agar setidaknya kendaraan roda empat bisa lewat dengan aman. Ini hanya solusi sementara sambil menunggu perbaikan permanen," kata Apri Dasman.
Baca juga: 17 Ribu Warga Kota Jambi Dikeluarkan dari Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan, Ini Alasannya?
Menurutnya, Jalan Sialang merupakan jalur vital yang selama ini digunakan masyarakat, baik dari arah Tungkal menuju Jambi maupun sebaliknya. Karena itu, penanganan akan menjadi prioritas.
"Untuk perbaikan permanen, kita sudah masukkan ke dalam rencana kerja tahun 2026. Namun sementara ini kami pastikan ada solusi agar lalu lintas tetap bisa berjalan," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan