Harga Beras Premium Naik di Tanjab Barat, Beras Kampung Justru Turun (Dok. Rudiansyah)
JAMBI - Harga beras kualitas premium di wilayah Tanjung Jabung Barat, Jambi mengalami kenaikan dalam sepekan terakhir. Kenaikan harga ini mencapai Rp2.000 per karung atau 10 kilogram, khususnya pada jenis beras yang dijual di pasar-pasar tradisional seperti Pasar Parit 2 dan Parit 3 Kuala Tungkal.
Di Pasar Parit 3 Kuala Tungkal, sejumlah merek beras premium lokal seperti Kayu Manis, Udang Ketak, dan Boom mengalami penyesuaian harga.
Harga beras Kayu Manis dan Udang Ketak kini dijual di kisaran Rp155 ribu per 10 kilogram, dari sebelumnya hanya Rp150 ribu hingga Rp153 ribu. Sedangkan beras Boom kini berada di harga Rp150 ribu, naik dari harga sebelumnya Rp148 ribu per 10 kilogram.
Baca juga: Pertama di Provinsi Jambi, Kabupaten Batanghari Mampu Tuntaskan Pembentukan Koperasi Merah Putih
Salah satu pedagang beras di pasar tersebut, Fitria, menyebut kenaikan ini sudah terasa sejak seminggu terakhir.
"Mulai naik dari minggu lalu, kalau Kayu Manis dan Udang Ketak sekarang sudah Rp155 ribu. Boom juga ikut naik, walau tidak terlalu tinggi," ujar Fitria, Sabtu (12/07/2025).
Namun, berbeda dengan beras premium, harga beras kampung justru mengalami penurunan. Hal ini dipicu oleh melimpahnya pasokan dari petani yang baru saja memasuki masa panen.
Baca juga: Warga Bajubang Laut Keluhkan Air Sungai Tercemar Limbah PT AMS, Ikan Banyak yang Mati
Jenis beras kampung seperti Pandan Wangi dan Asoka kini dijual seharga Rp135 ribu per 10 kilogram, atau turun sekitar Rp5.000 dari harga sebelumnya.
"Stok banyak karena panen, makanya harga beras kampung turun. Tapi meskipun lebih murah, masih banyak yang cari karena kualitasnya juga bagus," tambah Fitria.
Selain beras, kebutuhan pokok lainnya seperti gula pasir dan minyak goreng disebut masih stabil, belum menunjukkan adanya kenaikan harga dalam beberapa pekan terakhir.
Kondisi ini membuat masyarakat di Kuala Tungkal masih memiliki banyak pilihan untuk kebutuhan pokok, terlebih dengan ketersediaan beras kampung yang terjangkau namun tetap berkualitas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan