Rabu, 17 JUNI 2026 • 21:46 WIB

Fakta Menarik dan Sejarah Panjang Berdirinya Kampung Lamo di Wilayah Rantau Panjang Merangin

Author

Ilustrasi gambaran desa (pinterest)

JAMBI - Jika Anda berkunjung ke Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, ada satu tempat yang akan membawa Anda melintasi lorong waktu menuju ratusan tahun lalu. Tempat itu yaitu Kampung Lamo (atau yang akrab disebut Kampung Tuo) yang terletak di Kelurahan Rantau Panjang, Kecamatan Tabir.

Perkampungan ini bukan hanya sekadar pemukiman biasa, melainkan sebagai pusat peradaban suku asli Jambi, yaitu Suku Batin, hingga kini yang masih menjaga keaslian tradisi, hukum adat, hingga sampai arsitektur bangunan mereka sejak abad ke-14.

Baca juga: Menyelami Sejarah dan Asal-Usul Kampung Bugis di Kepulauan Riau Penuh Cerita

Bagi Anda pencinta wisata budaya dan sejarah, berikut adalah ulasan mendalam mengenai fakta menarik dan sejarah panjang berdirinya Kampung Lamo Rantau Panjang Merangin.

Suasana di Kampung Lamo (jalanbareng.com)

Sejarah Panjang Berdirinya Kampung Lamo

Sejarah berdirinya Kampung Lamo Rantau Panjang sangat erat kaitannya dengan migrasi dan pola pemukiman awal Suku Batin. Menurut penuturan lisan para tetua adat (tambo) dan catatan sejarah lokal, perkampungan ini diperkirakan sudah mulai dibangun sekitar tahun 1330 Masehi.

Nenek moyang Suku Batin yang awalnya mendirikan pemukiman di sepanjang aliran Sungai Tabir untuk memudahkan mobilitas, pertanian, dan perdagangan. Pilihan jatuh pada wilayah Rantau Panjang karena lokasinya yang strategis dan tanahnya yang subur.

Sejak awal berdirinya, kehidupan di Kampung Lamo telah diatur oleh sistem hukum adat yang sangat kuat yang dipimpin oleh seorang Penghulu. Meskipun zaman terus berganti dari era kerajaan kuno, Kesultanan Jambi, masa kolonial Belanda, hingga sampai kemerdekaan, struktur sosial dan pola hidup di kampung ini hampir tidak pernah berubah.

Salah satu bentuk perumahan di Kampung Lamo (portalbpsdm.jambiprov.go.id)

Kumpulan Fakta Menarik Kampung Lamo Rantau Panjang

1. Rumah Tuo Berusia Ratusan Tahun yang Masih Berdiri Kokoh

Daya tarik utama dari Kampung Lamo yaitu pada keberadaan puluhan Rumah Tuo (Rumah Panggung Khas Suku Batin). Rumah-rumah ini dibangun dengan menggunakan kayu-kayu pilihan seperti kayu tembesu dan ulin tanpa menggunakan paku logam sama sekali, melainkan dengan mengandalkan sistem pasak kayu dan ikatan tali ijuk. Salah satu rumah tertua di sini bahkan dilaporkan telah berusia lebih dari 400 tahun dan masih kokoh dihuni secara turun-temurun.

2. Arsitektur Unik Sarat Makna Filosofis

Konstruksi Rumah Tuo di Rantau Panjang didesain berbentuk panggung yang tinggi. Hal ini dulunya bertujuan untuk menghindari banjir dari luapan Sungai Tabir serta perlindungan dari serangan binatang buas. Secara arsitektur, rumah ini terbagi menjadi beberapa ruangan khusus yang memisahkan antara area privasi keluarga, ruang musyawarah adat, serta tempat khusus untuk anak gadis, yang mencerminkan tingginya akan nilai kehormatan dan norma kesopanan suku setempat.

3. Tradisi "Pembantaian" (Menyambut Bulan Ramadan)

Salah satu tradisi paling ikonik yang lahir dan terus terjaga di Kampung Lamo Rantau Panjang yaitu Tradisi Pembantaian. Istilah ini bukan berarti kekerasan, melainkan tradisi dalam menyembelih puluhan hingga ratusan ekor kerbau atau sapi secara massal menjelang bulan suci Ramadan. Daging hasil dari sembelihan tersebut nantinya akan dijual dengan harga adat yang lebih murah maupun dibagikan untuk dinikmati bersama seluruh warga kampung sebagai bentuk rasa syukur dan kebersamaan.

4. Menjaga Hukum Adat "Saling Asuh"

Masyarakat Kampung Lamo masih memegang teguh semboyan adat yang berbunyi "Adat bersendi syara’, syara’ bersendi Kitabullah". Segala bentuk perselisihan warga, aturan pernikahan, hingga sampai pengelolaan lahan pertanian wajib diselesaikan di bawah garis hukum adat berkoordinasi dengan lembaga adat setempat. Hal inilah yang membuat tingkat kriminalitas di perkampungan ini sangat rendah dan keharmonisan sosialnya tetap terjaga.

Baca juga: Ramadan di Kampung Namlea Maluku: Tradisi, Solidaritas, dan Hangatnya Kebersamaan di Pulau Buru

Kampung Lamo di Rantau Panjang Merangin merupakan permata sejarah yang tak ternilai harganya bagi Provinsi Jambi. Keberadaannya telah membuktikan bahwa adanya kemajuan zaman yang tidak harus mengorbankan akar budaya dan identitas leluhur. Berkunjung ke kampung ini akan memberikan kita pelajaran berharga tentang bagaimana manusia berharmonisasi dengan alam, arsitektur, dan sesamanya dengan melalui balutan adat yang luhur.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU