Ilustrasi pemandangan desa (pinterest)
JAMBI - Selama ini, Jambi mungkin lebih dikenal dengan ikon Jembatan Gentala Arasy atau kemegahan Candi Muaro Jambi. Namun, bagi kamu yang ingin mencari perjalanan "slow travel" dan ingin benar-benar merasakan detak jantung budaya lokal, petualangan yang sesungguhnya ada di desa.
Baca juga: Pesona Desa Wisata Waly: Pantai Unik Berhiaskan Kerikil Warna-warni di Buru Selatan
Berikut adalah 5 desa wisata di Jambi yang siap mengajakmu melepas status "turis" dan menjadi bagian dari warga lokal selama beberapa hari.
Danau yang ada di Desa Lempur (rri.co.id)
Lempur bukan sekadar desa; ini adalah pintu menuju alam Kerinci yang masih sakral. Di sini, kamu tidak hanya melihat pemandangan, tapi terlibat dalam tradisi Lempur Lekuk 50 Tumbi. Terdapat penginapan di homestay penduduk. Serta Anda bisa ikut turun ke sawah saat musim tanam, atau belajar cara memanen kayu manis langsung dari kebunnya. Desa memilki vibe yang dingin, berkabut, dan penuh dengan aroma tanah yang segar.
Gambaran Desa Wisata Muaro Jambi (jadesta.kemenpar.go.id)
Terletak tepat di sekitar kompleks percandian terluas di Asia Tenggara, desa ini juga menawarkan suasana pedesaan Melayu kuno yang sangat kental. Di desa tersebut juga menyediakan sewa sepeda tua dan berkeliling desa, lalu mampir ke rumah warga untuk mencicipi Tempoyak (fermentasi durian) asli buatan tangan ibu-ibu setempat. Kamu juga bisa melihat proses pembuatan kerajinan anyaman bambu. Desa ini memilki vibe yang tenang, spiritual, dan penuh sejarah.
Gambaran Desa Wisata Renah Kasah (mongabay.co.id)
Jika ingin merasakan hidup di tengah kebun teh tertinggi kedua di dunia, Renah Kasah merupakan jawabannya. Desa ini dikelilingi oleh lanskap hijau yang memanjakan mata. Anda juga bisa belajar teknik memetik pucuk teh yang benar bersama warga lokal di pagi buta. Setelah itu,bisa menikmati seduhan teh hangat sambil mendengarkan cerita tetua desa tentang legenda Gunung Kerinci. Dengan hijau sejauh mata memandang, sangat cocok untuk digital detox.
Desa ini menawarkan perspektif berbeda tentang kehidupan di bantaran sungai Jambi. Kehidupan warga di sini sangat bergantung pada aliran air dan kearifan menjaga hutan. Anda bisa merasakan serunya naik perahu tradisional menyusuri sungai, belajar menjala ikan secara tradisional, dan melihat kedekatan warga dengan Suku Anak Dalam (SAD) yang terkadang singgah untuk bertukar hasil hutan. Desa ini memberikan pengalaman petualangan sungai yang otentik dan edukatif.
Terletak sangat dekat dengan air terjun legendaris dengan nama yang sama, desa ini merupakan rumah bagi para petani sayur tangguh di dataran tinggi Kerinci. Anda juga bisa bergabung dengan petani lokal memanen kentang atau kubis. Di malam hari, berkumpullah di dapur rumah kayu warga untuk menghangatkan diri di depan tungku api sambil menikmati kopi Kerinci yang kuat. Desa ini memberi rasa kekeluargaan yang hangat di tengah suhu yang dingin.
Mengunjungi desa wisata berarti mendukung nafas ekonomi masyarakat lokal dan melestarikan tradisi yang telah bertahan selama berabad-abad. Jambi juga menawarkan lebih dari sekadar pemandangan dan ia juga menawarkan sebuah hubungan manusiawi yang jujur.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber