Senin, 19 JANUARI 2026 • 12:19 WIB

Pembersihan Jalur dan Ritual Adat, Pendakian Gunung Kerinci Masih Ditutup untuk Umum

Author

Pemandangan perkebunan teh Kayu Aro di Kaki Gunung Kerinci. ((Kemlu))

JAMBI - Meski intensitas kegempaan mulai turun, namun  jalur pendakian Gunung Kerinci hingga kini belum dibuka kembali bagi umum.

Hal ini disebabkan adanya agenda ritual adat serta aksi bersih gunung yang akan dilakukan oleh warga lokal dan pihak pengelola.

Kepala Resort Gunung Kerinci Eko Supriyatno, menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan masyarakat sekitar dan aktivis lingkungan untuk membersihkan jalur pendakian dari sampah.

Baca juga: Gratis dan Mudah! Ini Syarat Ajukan Sertifikat Halal UMKM di Kota Jambi

Agenda ini juga akan dibarengi dengan tradisi lokal yang melibatkan empat desa di sekitar kaki gunung.

"Kami bekerja sama dengan empat desa yang dimotori Desa Kersik Tuo akan melakukan ritual bersih-bersih juga secara adat dan direncanakan juga untuk potong kambing," ujarnya, Minggu (18/1/2026).

Langkah ini diambil berdasarkan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun. Eko menyebutkan bahwa warga setempat merasa telah mendapatkan pesan simbolis untuk segera menyucikan kawasan gunung tersebut.

Beberapa desa yang terlibat aktif dalam kegiatan ini antara lain:

  1. Desa Kersik Tuo
  2. Desa Batang Sangir
  3. Desa Lindung Jaya
  4. Desa Mekar Jaya

Acara adat tersebut dijadwalkan berlangsung pada 22 Januari 2026. Setelah ritual selesai, kegiatan dilanjutkan dengan aksi sukarela pembersihan sampah di sepanjang jalur pendakian yang melibatkan pemandu, porter, dan relawan.

Baca juga: Jangan Paksa Melaut! 3 Kapal Tenggelam di Jambi dalam Sepekan karena Gelombang Tinggi

Aksi ini direncanakan berlangsung selama tiga hari, yakni pada 23 hingga 25 Januari 2026.

"Jadi, acara bersih-bersih tanggal 23-25 Januari 2026 yang kita rencanakan beserta volunteer," katanya.

David, selaku Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I BBTNKS, mengonfirmasi agenda tersebut.

Awalnya, kegiatan ini akan dilaksanakan lebih cepat, namun terpaksa ditunda karena data dari Pos Pengamatan Gunung Api Kerinci (M10) menunjukkan masih adanya aktivitas seismik yang perlu diwaspadai.

"Saya yang akan melakukan kegiatan bersama kawan volunteer, guide, porter dan pendaki tiktok mau bikin aksi bersih-bersih," ucapnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU