Gambar transportasi umum (pinterest)
JAMBI - Sebagai pusat kegiatan ekonomi, pendidikan, dan pemerintahan di Provinsi Jambi, Kota Jambi juga memiliki ritme mobilitas harian yang cukup padat. Bagi para pendatang, wisatawan, atau mahasiswa baru yang beraktivitas di Bumi Sepucuk Jambi Lurah, perlu memahami ragam pilihan moda transportasi umum menjadi hal yang sangat penting untuk mempermudah perjalanan sehari-hari.
Di Kota Jambi, terdapat pilihan transportasi tidak hanya terbatas pada kendaraan darat modern, melainkan juga mencakup angkutan tradisional serta transportasi air yang khas. Berikut adalah ulasan lengkap jenis-jenis transportasi umum di Kota Jambi beserta keunggulannya:
Baca juga: Transportasi Ramah Lingkungan Jadi Prioritas Gubernur Koster untuk Bali Berkelanjutan
Saat ini, transportasi berbasis aplikasi (ride-hailing) telah menjadi moda yang paling populer dan paling banyak diandalkan oleh masyarakat Kota Jambi.
Penyedia pelayanan seperti Grab, Gojek, dan Maxim. Jangkauan yang sangat luas hingga ke pemukiman warga, transparansi tarif, serta kemudahan pemesanan kapan saja. Sangat praktis untuk perjalanan langsung dari/ke Bandara Sultan Thaha, stasiun bus, pusat perbelanjaan, kampus, hingga kawasan perkantoran di Telanaipura.
Masyarakat lokal Jambi secara tradisional dengan menyebut angkutan kota (angkot) dengan istilah "Taksi". Angkot di Jambi umumnya merupakan minibus yang membedakan rutenya berdasarkan warna armada.
Pembagian Rute & Warna:
Salah satu moda transportasi umum yang paling unik dan sarat nilai budaya di Jambi yaitu Perahu Ketek. Perahu bermotor kayu ini juga membelah Sungai Batanghari dan menjadi urat nadi penghubung antara kawasan Kota Jambi dengan wilayah Jambi Seberang.
Untuk dermaga utamanya berada dikawasan Ancol Jambi / depan WTC Batanghari. Selain digunakan warga lokal untuk mobilitas penyeberangan harian, Perahu Ketek sangat digemari wisatawan untuk menyusuri Sungai Batanghari dan juga bisa menikmati pemandangan Menara Gentala Arasy.
Untuk pergerakan jarak pendek di dalam lingkungan pemukiman padat maupun pasar tradisional dengan menggunakan Bentor banyak dijumpai di sekitar pasar-pasar besar seperti Pasar Angso Duo. Ideal untuk mengangkut barang belanjaan yang lumayan banyak. Tarif bentor bersifat non-argometer, sehingga disarankan untuk menyepakati harga dengan pengemudi sebelum naik.
Bagi penumpang yang baru mendarat di Bandara Sultan Thaha, telah tersedia armada taksi resmi bandara (seperti PRIMKOPAU dan mitra armada lainnya) dengan sistem tarif terstandar atau dengan tarif zona menuju berbagai penjuru titik di Kota Jambi.
Baca juga: Info Moda Transportasi Dalam Kota Pekanbaru untuk Warga dan Wisatawan
Dengan beragamnya pilihan transportasi umum yang tersedia, mobilitas di Kota Jambi kini telah semakin mudah dan fleksibel. Baik dengan menggunakan kepraktisan ojek online, keramahan tarif angkot, hingga bisa menikmati sensasi menyusuri Sungai Batanghari dengan perahu ketek, Anda bisa memilih moda transportasi yang paling sesuai dengan kebutuhan perjalanan Anda. Selamat mengeksplorasi Kota Jambi!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber