JAMBI - Pemerintahan Kota (Pemkot) Jambi membuka Forum Smart City Kota Jambi di tahun 2026, yang dibuka secara resmi oleh Wali Kota Jambi yaitu Dr. dr. Maulana, M.K.M., dan Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A. Tujuan dibentuknya forum untuk menciptakan pelayanan publik yang lebih modern dan mempercepat transformasi digital. Forum tersebut di resmikan di Aula Bappeda, pada hari Senin (09/02/2026).
Baca juga: Satgas TMMD Kejar Target Penyelesaian Infrastruktur Desa Cikuya Tepat Waktu
Forum ini dibentuk yang didalamnya mempunyai enam pilar utama pembangunan utama kota cerdas seperti, Smart Environment, Smart Living, Smart Economy, Smart Society, Smart Government, dan Smart Branding. Pembentukan dari beberapa pilar tersebut untuk menjadikan Kota Jambi yang berdaya asing, berorientasi pada kesejahteraan masyarakat (Jambi Bahagia), dan inklusif.
Wali Kota Jambi Maulana menjelaskan Smart City ini merupakan perubahan dari Sistem Pemerintahan Berbasi Elektronik (SPBE). Sampai saat ini, nilai SPBE di Kota Jambi mencapai 4,3 (Urutan peringkat ke-4 Nasional). Untuk target kedepanya adalah transformasi dalam "Pemerintahan Digital". Dimana dalam layanan kependudukan sampai dengan perizinan bisa diakses dengan mudah "dari genggaman tangan" tanpa pungli.
Dalam forum ini ditekankan yang paling utama yaitu Smart City tidak hanya membahas mengenai teknologi maupun aplikasi, melainkan persoalan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruhan. Tentu hal ini mencakup pengelolahan sampah yang efektif, transportasi publik pintar, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Dalam Forum Smart City terdapat enam pilar yang di implementasi di Kota Jambi:
- Smart Branding: Ruang Milenial (RUMEL) dan program pelestarian.
- Smart Governmenr: Aplikasi JAGA, Mal Pelayanan Publik, Call Center 112, dan program BALAP (Anti Pungli).
- Smart Living: Kampung Bahagia dan sistem transportasi Trans Bahagia.
- Smart Society: Kartu Bahagia, Free WiFi di ruang publik, dan program Lansia Bahagia.
- Smart Environment: Sistem monitoring kualitas udara (AQMS) dan pengelolahan limbah menjadi energi (Waste to Energy) di TPA Talang Gulo.
- Smart Economy: Balai Latihan Latiahan Kerja Tematik (BALIKAT) dan bantuan usaha (BanHarkat).
Acara peresmian tersebut, dihadiri oleh beberapa narasumber yaitu Kementerian Komunikasi dan Digital RI (Aris Kurniawan) dan Akademisi (Rektor UNAMA), dan melibatkan berbagai elemen seperti OPD dan komunitas TIK. Sebagai upaya dalam merumuskan langkah strategis yang memberi dampak nyata bagi warga Jambi.
Baca juga: Operasi Keselamatan Lodaya 2026, Kendaraan Umum dan Pengemudi Diperiksa di Cikopo
Melalui Forum Smart City di tahun 2026 ini, menjadi langkah upaya Pemkot yang menegaskan komitmennya terus berinovasi dalam transformarsi digital guna memberikan pelanyanan publik yang lebih modern dan berkelanjutan dalam mewujudkan visi Kota Jambi Bahagia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemerintah Kota Jambi