JAMBI – Ratusan warga Desa Lubuk Paku, Kecamatan Batang Merangin, Kabupaten Kerinci, menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor PT Kerinci Merangin Hidro (PLTA Kerinci). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap dampak lingkungan yang dirasakan masyarakat akibat keberadaan bendungan PLTA di wilayah tersebut.
Aksi yang berlangsung di area pintu masuk perusahaan tersebut berjalan dengan tertib dan kondusif. Aparat dari Polres Kerinci tampak mengawal jalannya aksi untuk memastikan keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung.
Baca juga: Motor yang Dicuri Dikembalikan Polisi kepada Pemilik di Muaro Jambi
Warga menilai bahwa aktivitas PLTA telah mencemari aliran sungai yang menjadi sumber kehidupan masyarakat setempat. Mereka mengeluhkan kondisi sungai yang kini dipenuhi sampah dan mengeluarkan bau tidak sedap, sehingga tidak lagi dapat digunakan untuk mandi, mencuci, maupun mencari ikan seperti sebelumnya.
“Semenjak bendungan dibangun, air sungai berubah. Kami tidak bisa lagi beraktivitas seperti dulu, ekonomi warga pun ikut terganggu,” ujar salah satu warga saat menyampaikan orasi di depan kantor PLTA Kerinci. Senin (10/11/2025).
Baca juga: Pelaku Curanmor, Kamelia Chandra Terancam Gagal Menikah
Dalam tuntutannya, massa meminta pihak PLTA bertanggung jawab atas dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh bendungan tersebut. Warga berharap perusahaan segera melakukan pembersihan sungai dan mencari solusi permanen agar pencemaran tidak terus terjadi.
Perwakilan warga juga menyebutkan bahwa tumpukan sampah di sekitar desa semakin banyak karena arus sungai tertahan bendungan PLTA. Kondisi itu tidak hanya menimbulkan bau tidak sedap, tetapi juga berdampak pada kesehatan masyarakat sekitar.
Baca juga: Pemprov Jambi Usulkan Pembangunan Tiga Sekolah Rakyat Baru, Empat Kabupaten Siap Menyusul
Menanggapi hal tersebut, pihak PT Kerinci Merangin Hidro melalui Staf PLTA Merangin Hidro, Reza, mengatakan bahwa perusahaan menerima dan memahami keluhan masyarakat. “Kami akan menindaklanjuti keluhan warga dengan berkoordinasi bersama tim terpadu Merangin Hidro. Dalam waktu dekat kami akan duduk bersama mencari solusi terbaik,” ujar Reza.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga situasi tetap kondusif dan terbuka dalam menyampaikan aspirasi. “Kami berharap masyarakat tetap tenang dan percaya bahwa permasalahan ini akan diselesaikan dengan baik melalui musyawarah bersama,” tambahnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan